SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Truk angkel pengangkut alat berat tergelincir di traffic light Jalan Jemursari, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Ekskavator yang diangkut truk Mitsubishi bernopol S 9108 SC itu tergelincir dari sisi kiri bak truk. Selain alat berat, beberapa bahan proyek berupa cat sekitar 60 liter juga tumpah ke jalan raya.
Pengemudi truk, Muhammad Iqbal Adi Pratama (21), warga Mojokerto, mengatakan kejadian bermula saat sebuah sepeda motor di sisi kanannya mengerem mendadak ketika kendaraan sedang melaju.
Untuk menghindari sepeda motor tersebut, Iqbal membanting kemudi ke kiri sebelum kembali berbelok ke kanan. Manuver tersebut membuat truk kehilangan keseimbangan hingga muatannya tergelincir.
“Motor tadi rem mendadak, saya buang ke kiri, terus saya tekuk ke kanan. Setelah itu kepleset,” ujar Iqbal.
Iqbal mengatakan truk tersebut membawa satu alat berat serta sekitar empat hingga lima tong cat berwarna kuning. Total muatan truk diperkirakan mencapai sekitar tujuh ton.
Ia mengaku tidak melaju dengan kecepatan tinggi karena kondisi lampu lalu lintas saat itu sedang hijau setelah sebelumnya kendaraan sempat berhenti.
Iqbal mengaku sedang dalam perjalanan dari kawasan Jemursari menuju Krian. Setelah kejadian, truk menunggu proses evakuasi untuk menurunkan alat berat dari kendaraan.
Evakuasi dilakukan oleh unit Dishub Surabaya bersama pihak kepolisian untuk mengembalikan ekskavator ke atas bak truk. Proses tersebut berlangsung cepat dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 40 menit.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi kembali lancar setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Berdasarkan pantauan di lapangan selama proses pengiriman ekskavator dari Jalan Jemursari, Surabaya, menuju Kabupaten Krian, tidak terlihat adanya pengawalan dari pihak kepolisian maupun Patwal (patroli dan pengawalan).
Selain persoalan pengawalan, kapasitas angkut truk angkel bernopol S 9108 SC juga menjadi perhatian. Truk tersebut disebut memiliki kapasitas angkut maksimal sekitar tujuh ton, sedangkan ekskavator yang diangkut diperkirakan memiliki bobot hampir sembilan ton.
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya dugaan kelebihan muatan dalam pengangkutan alat berat tersebut, meski bobot pasti ekskavator dan total muatan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. (rus/van)










