Wali Kota Malang Dorong Edukasi Kebencanaan Ditanamkan Sejak Dini di Sekolah

KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendorong kesiapsiagaan menghadapi bencana ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah agar warga sekolah mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi kondisi darurat.

Pesan tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Negeri 7 Malang, Selasa (8/9/2026).

Sekitar 1.000 peserta didik mengikuti kegiatan yang digelar untuk memperkuat kemampuan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat.

Wahyu menegaskan kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan mengetahui potensi bencana, tetapi harus diwujudkan dalam kemampuan mengambil tindakan cepat dan tepat.

“Bencana alam ini tidak pernah kita duga. Untuk itu, kita harus mempersiapkan apa yang harus dilakukan, termasuk early warning system dan kesiapan apabila terjadi bencana,” tegasnya.

Ia meminta siswa memahami jalur evakuasi, titik aman, hingga prosedur penyelamatan diri. Menurutnya, simulasi penting dilakukan agar warga sekolah tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat.

“Langkah-langkah cepat itu harus kita pahami agar bisa menyelamatkan diri sendiri. Karena yang dapat menyelamatkan diri sendiri adalah kesadaran kita masing-masing,” ujarnya.

Wahyu juga meminta para siswa tidak menyimpan pengetahuan kebencanaan tersebut untuk diri sendiri. Edukasi yang diperoleh harus diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Ojo digawe dewe. Sampaikan kepada keluarga, saudara, tetangga. Apabila terjadi bencana, mereka juga tahu apa yang harus dilakukan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Heru Mulyono menyampaikan program sosialisasi, edukasi, dan simulasi SPAB tahun 2026 menyasar 43 satuan pendidikan di Kota Malang.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis dan tanda awal bencana, langkah penyelamatan diri, evakuasi mandiri, hingga pertolongan pertama.

“Warga sekolah dibekali keterampilan dasar kesiapsiagaan, termasuk prosedur evakuasi mandiri dan pertolongan pertama,” jelas Heru. (dad/van)