Pemkot Surabaya Buka Mini Job Fair 2026, Sediakan 2.150 Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali membuka peluang kerja massal lewat gelaran Mini Job Fair Surabaya Siap Kerjo pada 16–17 September 2026. Sebanyak 2.150 lowongan disiapkan, mencakup 450 posisi dalam negeri dan sekitar 1.700 kesempatan karier di luar negeri. Pendaftaran daring dibuka mulai 16 September 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebby Djuniantoro, menyatakan ajang ini dirancang untuk memperluas jangkauan akses pasar kerja lokal maupun internasional bagi warga Kota Pahlawan.

“Penyerapan tenaga kerja dilakukan dengan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Ini kesempatan bagi warga Surabaya untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut sesuai dengan kemampuan dan kualifikasinya,” kata Hebby, Senin (14/9/2026).

Pendaftaran lowongan dilakukan secara online mulai 16 September. Pelamar yang lolos seleksi berkas administrasi berhak melangkah ke sesi walk-in interview pada 17 September 2026, pukul 08.00–16.00 WIB, di Lantai Basement Urban Creative HUB Surabaya (eks Hitech Mall), Jalan Kusuma Bangsa No. 116–118, Surabaya.

Hebby memaparkan, variasi kualifikasi pekerjaan yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari posisi non-skilled hingga formasi yang membutuhkan keahlian teknis khusus.

“Mulai dari pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus sampai yang memerlukan keterampilan tertentu tersedia. Jadi, masyarakat bisa menyesuaikan dengan kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki,” ujarnya.

Untuk alokasi 1.700 peluang kerja luar negeri, rekrutmen diprioritaskan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memenuhi regulasi dan kualifikasi di negara tujuan.

“Peluang tersebut dapat menjadi pilihan bagi pencari kerja yang memiliki kompetensi dan berminat mengembangkan karier di luar negeri. Dalam prosesnya, pencari kerja tetap perlu memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku untuk bekerja di negara tujuan,” jelasnya.

Satu di antara syarat berkas yang disorot adalah aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Menurut Hebby, skema IKD mempermudah proses validasi kependudukan tanpa bergantung pada fisik KTP.

“Kalau ada persyaratan administrasi yang membutuhkan kartu penduduk dan sebagainya, tetapi masyarakat tidak membawa KTP fisik, sudah ada digitalisasinya. Ini tentu lebih memudahkan,” terangnya.

Fasilitas digitalisasi ini dinilai makin krusial bagi PMI saat sudah bekerja di luar negeri agar pengurusan dokumen tetap praktis secara daring.

“Ini bagian dari digitalisasi layanan administrasi kependudukan. Jadi, masyarakat, termasuk yang nantinya bekerja di luar negeri, bisa lebih mudah mengakses identitas kependudukannya,” imbuhnya.

Hebby menilai dinamika dunia kerja saat ini bergerak cepat. Peluang tidak lagi mengumpul di sektor manufaktur, melainkan melebar ke bidang jasa, food and beverage (F&B), hingga industri kreatif digital seperti talent media sosial.

“Sekarang zamannya sudah berbeda. Tidak hanya industri yang disasar, tetapi juga sektor jasa. Ada jabatan-jabatan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, tetapi sekarang bisa menjadi pekerjaan dan menghasilkan pendapatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pergeseran tren ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengonversi hobi digital dan gim menjadi mata pencaharian profesional.

Ke depan, Pemkot Surabaya berencana mendesentralisasi kegiatan job fair ke tingkat kecamatan agar lebih dekat dengan basis industri dan pencari kerja lokal.

“Kalau memang pelaku usaha membutuhkan tenaga kerja di wilayah tertentu, kami bisa membuka job fair di sekitar wilayah tersebut. Jadi, masyarakat lebih mudah mengakses kesempatan kerja yang ada di lingkungannya,” ungkapnya.

Selain pasar kerja umum, Pemkot Surabaya mengagendakan job fair khusus penyandang disabilitas pada November 2026 mendatang sebagai bentuk komitmen terhadap kesetaraan akses kerja.

Hebby pun mengimbau para pencari kerja di Surabaya untuk memanfaatkan momentum Mini Job Fair ini secara maksimal.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini. Pilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi masing-masing, baik untuk peluang kerja di dalam negeri maupun luar negeri,” pungkasnya. (ari/rev)