BANGSAONLINE.com - Oseltamivir merupakan obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi influenza tipe A dan B. Obat ini termasuk golongan keras sehingga penggunaannya wajib berdasarkan resep dokter.
Mengutip Siloam Hospitals, oseltamivir termasuk kelompok neuraminidase inhibitor yang bekerja dengan menghambat enzim neuraminidase. Mekanisme tersebut membantu menghentikan penyebaran virus influenza di dalam tubuh.
Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul yang dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Untuk mengurangi gangguan lambung, konsumsi disarankan bersama makanan.
Kapsul harus ditelan utuh tanpa dipotong atau dikunyah, dan pasien yang kesulitan menelan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Penggunaan oseltamivir harus mengikuti aturan dokter. Pasien wajib menyampaikan riwayat alergi, kondisi kehamilan, menyusui, atau gangguan ginjal sebelum pengobatan.
Efek samping yang mungkin muncul antara lain mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Kondisi serius seperti kesulitan bernapas, pembengkakan, kejang, atau perubahan perilaku memerlukan pertolongan medis segera.
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau mengonsumsi oseltamivir sembarangan. Tidak semua pasien influenza membutuhkan antivirus, dan pemberiannya harus berdasarkan pertimbangan medis.
Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, menegaskan bahwa penggunaan oseltamivir hanya diberikan sesuai kondisi pasien.
“Tidak semua pasien influenza membutuhkan obat antivirus oseltamivir. Pemberiannya harus berdasarkan kondisi pasien dan pertimbangan medis,” ujarnya, Selasa (29/9/2026). (rom)










