Debit Menurun, Bupati Kediri Terjunkan BPBD Salurkan Air Bersih untuk 500 Warga Desa Surat

Ringkasan Berita
  • Bupati Kediri menginstruksikan BPBD menyalurkan air bersih untuk 500 warga Desa Surat yang kesulitan air akibat debit sumber air yang menurun.
  • BPBD menyediakan 4 tandon air (1.200 liter/unit) dan melakukan tiga kali dropping dengan total 15.000 liter air bersih sebagai langkah mitigasi.
  • Desa Surat dan beberapa wilayah lain seperti Ponggok dan daerah timur Sungai Brantas terpetakan berpotensi mengalami kekeringan setiap musim kemarau.
  • BPBD melakukan monitoring intensif dan menangani kasus secara bertahap berdasarkan ketersediaan sumber air dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
  • Masyarakat diimbau berkoordinasi dengan desa dan melaporkan kekurangan air ke BPBD jika terjadi kekeringan berkepanjangan untuk penanganan lebih lanjut.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menginstruksikan BPBD Kabupaten Kediri untuk terjun membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga Desa Surat dan desa-desa lainnya di Kabupaten Kediri yang kesulitan air.

Hal ini dilakukan Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, lantaran debit air di desa tersebut kini tengah menurun. Akibatnya, 500 warga di Dusun Selorejo kesulitan mengakses air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, menyebut Desa Surat memang menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami kekeringan setiap musim kemarau, walaupun bukan kekeringan ekstrem.

Dengan kondisi historis yang ada sekaligus untuk memitigasi dampak berkurangnya air di desa tersebut, Mas Dhito memberikan 4 tandon air dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter serta tiga kali dropping air bersih dengan total 15.000 liter.

“Kita harus hadir dalam mencukupi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan air seperti yang terjadi di Desa Surat” ujar Arianto, Selasa (29/9/2026).

Selain Desa Surat, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan yakni Desa Ponggok, Ngetrep, dan Kalipang.

Kemudian wilayah timur sungai Brantas yang juga terpetakan berpotensi mengalami kekeringan yakni Desa Sempu, Babadan, serta Desa Wonorejo Trisulo dan Sepawon.

Dari data ini, kata Ariyanto, BPBD terus melakukan monitoring secara intens guna mempersiapkan mitigasi yang diperlukan. Disamping itu, pihaknya berharap masyarakat juga ikut aktif dalam memantau kondisi di lapangan.

“Kami memastikan penanganan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi di lapangan terutama dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber air dan kebutuhan masyarakat,” paparnya Ariyanto.

Dengan langkah tersebut, lanjut dia, Pemerintah Daerah berupaya menjaga agar berkurangnya debit sumber air tidak sampai mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Jika terjadi kekeringan yang terjadi dalam waktu lama, Ariyanto berharap masyarakat bisa berkoordinasi dengan pihak desa dan segera melaporkannya ke BPBD Kabupaten Kediri.

“Diharapkan masyarakat bisa melakukan koordinasi dengan desa dan segera melaporkan ke BPBD Kabupaten Kediri jika terjadi kekurangan air maupun kekeringan,” pungkasnya. (uji/msn)