Baznas Jatim Teken MoU dengan Unusa, Riset hingga Beasiswa Jadi Fokus Kerja Sama

SURABAYA,BANGSAONLINE.com -Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjalin kerja sama di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pendidikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (30/9/2026).

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Kantor Baznas Jatim dan menjadi awal kerja sama berkelanjutan antara kedua lembaga.

Ketua Baznas Jatim H. Mohammad Ghofirin MPd mengatakan, sejak dilantik bersama empat pimpinan lainnya pada 9 Agustus 2026, pihaknya berupaya melakukan pembenahan secara menyeluruh di lingkungan Baznas Jatim.

Menurut Gus Ghofirin, sapaan Ketua Baznas Jatim, sejumlah program yang selama ini dijalankan Baznas Jatim masih belum banyak didukung hasil riset sebagai dasar pelaksanaannya.

"Kami benar-benar ingin membenahi Baznas Jawa Timur, di antaranya terkait dengan riset. Beberapa waktu kemarin ada berita-berita yang mungkin bagi saya harus kita perbaiki bersama, yakni kurangnya riset di lingkungan Baznas Jawa Timur," terangnya.

Ia kemudian mencontohkan keberadaan Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas di tingkat pusat. Untuk mengembangkan hal serupa di Jawa Timur, Baznas Jatim sebelumnya menggandeng Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

"Ini satu peluang bagi teman-teman akan membentuk Puskas Baznas Jatim. Ini satu peluang bagi teman-teman (mahasiswa) dari Unusa untuk ikut walaupun di Unusa tidak ada syariahnya," ujarnya sedikit berkelakar yang disambut tawa para hadirin.

Menurut Gus Ghofirin, keberadaan Puskas Baznas Jatim memiliki keterkaitan erat dengan kerja sama yang dituangkan dalam MoU, khususnya di bidang penelitian.

Sementara dalam bidang pengabdian, mahasiswa Unusa nantinya dapat terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat fakir miskin sebagai salah satu kelompok penerima manfaat zakat.

"Yang kedua kalau mau mengabdi di sini tempatnga. Karena apa, dari sasaran bantuan Baznas maka yang nomor satu itu fakir miskin, dan itu butuh perhatian kita. Mereka itu rentetan risikonya banyak," jelasnya.

"Ini wilayah nya teman-teman akuntansi untuk memberikan edukasi literasi kepada masyarakat Jawa Timur agar bisa mengelola keuangan keluarganya dengan sehat," sambungnya.

Sementara terkait bidang pendidikan, Gus Ghofirin menjelaskan bahwa pada tahap awal Baznas Jatim menyiapkan paket beasiswa.

Ke depan, program kerja sama tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara lebih intensif.

"Bukan hanya soal penelitian, KKN pun bisa. Jadi, KKN bersama yang didukung oleh Baznas Jatim menjadi satu tematik tersendiri yang mungkin bisa kita sinergikan sehingga kemanfaatan untuk masyarakat di desa-desa itu semakin terasa," pungkasnya.

Rektor Unusa Prof. Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA IPU ASEAN Eng mengaku bersyukur atas penandatanganan MoU bersama Baznas Jatim.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Baznas Jatim. (ari/van)