GRESIK, BANGSAONLINE.com - Momentum Peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober menjadi penanda perjalanan panjang Batik Bangsawan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan PT Petrokimia Gresik. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) ini konsisten mendampingi Batik Bangsawan hingga mampu menembus pasar internasional.
Berawal dari usaha kecil di sebuah gang sempit di Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Batik Bangsawan kini sukses mencatatkan omzet sekitar Rp70 juta per bulan, mempekerjakan sembilan orang warga sekitar, serta menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.
Pemilik Batik Bangsawan, Midhiatul Fitriyah, mengapresiasi pendampingan berkelanjutan dari Petrokimia Gresik yang dinilainya menjadi kunci utama perkembangan bisnisnya. Usaha yang dirintis perempuan yang akrab disapa Fitri ini bersama almarhum suaminya sejak 2016 dibangun di tengah berbagai keterbatasan.
"Saya ini didampingi Petrokimia Gresik dari nol. Dulu saya hanya berdagang. Alhamdulillah sekarang bisa seperti ini," ujar Fitri, Jumat (2/10).
Dalam prosesnya, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan komprehensif. Mulai dari akses permodalan, pelatihan peningkatan kapasitas, dukungan standardisasi produk, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, menyampaikan bahwa pendampingan diarahkan untuk memperkuat fondasi usaha, baik dari segi kualitas, kapasitas pengelolaan, maupun daya saing.
"Yang ingin kami dorong adalah bagaimana UMKM terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya, kemudian tumbuh menjadi usaha yang semakin kuat dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Batik Bangsawan menjadi salah satu gambaran bagaimana pendampingan yang berkelanjutan dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM," ujar Nuril.
Salah satu milestone penting Batik Bangsawan adalah keberhasilannya meraih sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2025 melalui dukungan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik. Penguatan kualitas ini membuka jalan bagi Batik Bangsawan untuk tampil di berbagai forum internasional.
Pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Petrokimia Gresik memboyong Batik Bangsawan bersama Gula Aren Temon untuk mengenalkan produk lokal kepada pembeli mancanegara. Langkah ini berlanjut pada INACRAFT 2026, di mana Batik Bangsawan hadir bersama OG Jewelry dan Deweluxe sebagai bagian dari 20 UMKM binaan Pupuk Indonesia Group.
Bahkan pada pembukaan INACRAFT 2026, booth UMKM binaan Pupuk Indonesia mendapat kunjungan langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Melalui pemanfaatan platform digital dan ajang pameran, produk Batik Bangsawan yang dulunya hanya dipasarkan di wilayah Gresik kini telah menjangkau konsumen di Thailand hingga New York, Amerika Serikat. Atas pencapaian tersebut, Batik Bangsawan berhasil menyabet penghargaan Platinum pada Bina Mitra UMKM Award 2025.
Nuril menambahkan, pengembangan UMKM batik memberi manfaat ganda bagi pelestarian budaya dan perekonomian warga.
"Ketika UMKM batik tumbuh, ada lapangan pekerjaan yang tercipta, ekonomi masyarakat yang ikut bergerak, sekaligus warisan budaya yang terus hidup dan semakin dikenal. Inilah dampak yang ingin terus kami dorong melalui program pemberdayaan UMKM," tandas Nuril.
Bagi Fitri, keikutsertaan dalam pameran tak sekadar sarana berjualan, tetapi juga media pembelajaran untuk memahami tren pasar global.
"Di forum pameran itu kami tidak hanya bisa promosi, tetapi juga belajar. Kami jadi tahu bagaimana memperkenalkan produk dan mendapatkan pengalaman baru," tuturnya.
Selain pameran, Petrokimia Gresik turut menyerap langsung produk Batik Bangsawan untuk kebutuhan suvenir resmi perusahaan.
"Saya sangat berterima kasih kepada Petrokimia Gresik. Berkat pendampingan dan bimbingannya, UMKM batik saya sampai saat ini masih eksis dan terus diminati. Tidak hanya diberikan pelatihan, kami juga dibantu dalam penjualan," ungkap Fitri.
Menatap satu dekade usahanya, Fitri bersyukur bisnis yang dimulainya dari keterbatasan kini bisa membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
"Dulu saya mulai dari kecil sekali. Sekarang alhamdulillah usaha ini bisa berkembang dan memberikan pekerjaan untuk orang lain. Saya berharap Batik Bangsawan bisa terus berkembang, semakin dikenal, dan membawa nama Gresik lebih jauh," pungkas Fitri.










