Wisuda 809 Sarjana, Tiga dari Filipina, Rektor UAC Ungkap Wanita di Balik Sukses Kiai Asep

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto berkembang pesat. Ini terlihat dari gebyar Wisuda VII UAC di Student Center Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto pada Ahad 4 Oktober 2024. Perguruan tinggi yang didirikan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, itu mewisuda  809 mahasiswa. Baik S1, S2 maupun S3. Tiga diantaranya mahasiwa S2 berasal dari Pilipina.

Perkembangan UAC tidak semata karena semakin banyak memproduksi sarjana tapi juga makin menjamurnya fasilitas infrastruktur kampus. Kiai Asep terus membangun gedung megah untuk melengkapi fasilitas UAC yang diproyeksikan sebagai perguruan tinggi internasional.

Salah satu bangunan yang sudah selesai adalah Gedung As-Sayyidah Qona'ah (Gedung Asrama Putri) yang terletak di bagian belakang UAC. Gedung megah itu diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersamaan dengan rangkaian acara Wisuda VII UAC pada Ahad 4 Oktober 2026.

Kiai Asep memiliki cita-cita tinggi. Putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu menginginkan tingkat pendidikan masyarakat terendah adalah S1. Terutama masyarakat Mojokerto. Tapi masyarakat tidak hanya membutuhkan pendidikan agama.

“Yang dibutuhkan masyarakat tidak hanya pendidikan agama tapi juga pendidikan umum,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu saat menyampaikan sambutan dalam acara wisuda ke-7 UAC.

Karena itu Kiai Asep akan segera membuka fakultas umum di UAC. Antara lain teknik, pertanian, hukum, pendidikan, ilmu kesehatan dan kedokteran serta fakultas lainnya.

Yang menarik,  Rektor UAC Dr KH Mauhibur Rokhman (Gus Muhib) menilai bahwa wisuda ke-7 UAC ini menjadi rekor. “Karena selama tujuh kali periode melakukan wisuda, baru kali ini kita diberikan kehormatan kehadiran someone behind the succsessfull of Kiai Haji Asep Abdul Chalim. Beliau yang terhormat ibunda Nyai Hajjah Alif Fadhilah. Ini pertama kali,” ujar Gus Mauhib yang disambut tawa para undangan.

Nyai Alif Fadhilah yang duduk di barisan depan tersenyum lebar. Nyai Alif Fdhilah duduk berdampingan dengan Prof. Dr. Dyah Sawitri, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Provinsi Jawa Timur.

Nyai Alif Fadhilah juga didampingi Ning Imadatus Sholihah yang merupakan Sekretaris Yayasan Amanatul Ummah. Sedangkan ketua Yayasan Amanatul Amanah adalah Dr KH Muhammad Al Barra (Gus Bara) yang juga Bupati Mojokerto.

Acara wisuda UAC itu digelar dua tahap. Tahap pertama, pagi hari sampai pukul 12.00. Tahap kedua, dari pukul 13.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Menurut Gus Muhib, wisuda pagi hari dihadiri Gubernur Khhofifah, wisuda siang harinya dihadiri Nyai Hj Alif Fadhilah.

Wakil Rektor UAC Prof Dr Fadly Usman kepada BANGSAONLINE menuturkan bahwa wisuda kali ini diikuti 809 mahasiswa S1, S2 dan S3. Termasuk tiga mahasiswa S2 dari Pilipina.

“Dari Pilipina tiga orang, mahasiswa S2. Yang dari Thailand belum lulus,” ujar Prof Fadly Usman.

Pidato perwakilan mahasiswa juga diwakili oleh Nur Aida Tahrulla Samson, mahasiswa S2 dari Filipina. 

Acara wisuda ke-7 UAC ini banyak dihadiri para tokoh. Selain Gubernur Khofifah dan Prof Diyah juga hadir Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara) dan Taufikurrahman Ginting (Kemdiktisaintek) serta Dr Afif Zamroni, Direktur Pascasarjana UAC yang juga staf khusus Menteri Desa dan PDT.

Tampak juga Masduki Baidlowi, Ketua MUI Pusat bidang Infokom, Prof Usep Abdul Matin, Ketua TP2GP,  dan Kepala Baznas Jatim Muhammad Ghofirin serta Ketua PW Pergunu Jawa Barat Dr Saepulloh. Selain itu juga hadir dari Kementerian Desan dan PDT Prof Dr Zainuddin Maliki, Dr Achmad Rubaie, Muhammad Ibnu, dan Muhammad Fachruddin.

Juga hadir Syaikh Ahmad Mabruk, Syaikh Faroz asal Mesir, Syaikh Shodiq asal Yaman, Tgk Maarif Makmun, Habib Abu Bakar, Habib Syarif Hasan Mulahela.