JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ma’had Aly Hasyim Asy’ari menggelar diskusi bedah kitab Tadrij al-Masa’id fi Takhrij al-Maqashid karya Anang Firdaus. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian MUTUN 2026 ini berlangsung di lobi kampus, Selasa (7/10/2026).
Diskusi menghadirkan penulis yang juga Wakil Mudir Bidang Akademik Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Anang Firdaus, serta Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, sebagai pembicara utama.
Jalannya acara dipandu mahasantri M2, Muhammad Habib Yusra, S.F.U., dengan kehadiran Mudir KH. Achmad Roziqy, jajaran pengurus, mahasantri, dan peserta MUTUN 2026.
Anang menjelaskan, kitab tersebut awalnya disusun sebagai modul internal pembelajaran mahasantri. Namun, atas masukan sejumlah ulama dan akademisi, karya ini dinilai layak dibahas lebih luas.
“Format awalnya berbentuk draf untuk konsumsi internal. Namun saat berdiskusi dengan Dr. Muhyiddin Awwamah dan Dr. Ubayd, mereka menyarankan agar naskah ini saja yang diangkat dalam bedah kitab,” ujarnya.
Sebelum diterbitkan, naskah telah ditelaah sejumlah pakar, termasuk Sayyid Abdul Majid al-Ghury. Evaluasi mencakup penyederhanaan bahasa, sistematika, serta penambahan peta konsep agar lebih mudah dipahami.
Kitab ini juga dipresentasikan kepada pakar hadis asal Turki, Muhyiddin Awwamah, yang memberi saran terkait interaksi dengan hadis dha’if.
Anang menekankan pentingnya pendekatan maqashid nabawiyah untuk memperluas pemahaman hadis agar relevan dengan dinamika sosial modern.
Sementara itu, Wahidul Anam menanggapi dengan menekankan pentingnya sikap terhadap hadis dha’if karena autentisitas merupakan fondasi ilmu hadis.
Ia juga membagikan kisah Said Agil Husin Al Munawwar saat menanyakan status hadis kepada Syaikh Yasin al-Fadani, yang menggunakan petunjuk mimpi sebagai metode verifikasi, sejalan dengan pandangan Imam al-Ghazali. (aan/mar)










