Peta Persaingan Voli Italia: Kisah Sukses 3 Klub Pengoleksi 10 Gelar SuperLega

BANGSAONLINE.com - Trentino, Lube, dan Perugia telah meraih 10 dari 11 gelar SuperLega. Ulasan 1xBet ini membahas bagaimana ketiga tim tersebut membangun dominasi mereka di dunia bola voli Italia.

Trentino: Klub yang Terbiasa Meraih Kemenangan

Trentino memulai debutnya di divisi teratas Italia pada tahun 2000, namun terobosan sesungguhnya baru terjadi tujuh tahun kemudian dengan ditunjuknya pelatih kepala asal Bulgaria, Radostin Stoytchev.

Matey Kaziyski, Nikola Grbić, dan beberapa pemimpin tim masa depan lainnya bergabung dengannya di Trento. Pada musim pertama mereka bersama, skuad yang telah diperbarui ini finis di posisi pertama pada musim reguler sebelum meraih Scudetto pertamanya dengan kemenangan 3-0 atas Piacenza dalam pertandingan final yang menentukan.

Kemenangan tersebut menandai awal dari periode paling sukses dalam sejarah Trentino. Pada tahun 2013, klub ini telah memenangkan tiga gelar juara Italia dan tiga gelar Liga Champions berturut-turut. Pada musim perdana SuperLega, Trentino kembali merebut Scudetto tanpa kalah satu kali pun di kandang. Klub ini kemudian menambah dua gelar lagi pada tahun 2023 dan 2025.

Lube: Dari Penantang Menjadi Favorit Abadi 

Lube membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mencapai puncak. Tim ini pertama kali lolos ke babak playoff Serie A1 pada musim 1995/96, namun harus menunggu hampir satu dekade untuk meraih gelar juara pertamanya.

Sejak saat itu, klub ini berhasil mengukuhkan posisinya di jajaran tim-tim teratas bola voli Italia, dengan menambah dua gelar juara lagi pada tahun 2012 dan 2014.

Lube gagal meraih gelar juara pada dua musim pertama SuperLega. Namun, setelah itu, tim ini jarang absen dari persaingan perebutan Scudetto, mencapai final playoff sebanyak delapan kali dan meraih empat gelar juara – pada tahun 2017, 2019, 2021, dan 2022. Pada tahun 2019, Lube juga menambahkan trofi Liga Champions Eropa ke dalam daftar prestasinya di kancah domestik.

Perugia: Dari Serie C hingga Scudetto

Perjalanan Perugia adalah kisah sebuah klub kecil yang merangkak naik dari divisi-divisi bawah hingga ke puncak. Pada musim 2001/02, tim ini berkompetisi di Serie C sebelum berhasil menembus divisi B2, B1, dan A2. Klub ini mencapai divisi teratas pada tahun 2012 dan berhasil mencapai final hanya dua tahun kemudian, namun kalah dari Lube.

Perugia harus menunggu empat tahun untuk membalas kekalahan tersebut. Kedua tim bertemu lagi di final SuperLega 2018, namun kali ini Perugia memenangkan pertandingan penentu kelima.

Klub ini meraih Scudetto pertamanya dan mengakhiri musim dengan mengoleksi ketiga trofi domestik utama, setelah memenangkan 23 dari 26 pertandingan musim reguler. Perugia kemudian menambah dua gelar juara Italia lagi, pada tahun 2024 dan 2026.

Peluang Munculnya Juara Baru

SuperLega saat ini sebagian besar ditandai oleh persaingan antara Trentino, Lube, dan Perugia. Dalam 11 musim, hanya satu tim yang berhasil mematahkan dominasi mereka atas gelar juara: pada tahun 2016, Modena, klub dengan gelar terbanyak di Italia, berhasil merebut gelar juara.

Ikuti musim baru SuperLega dan dukung tim favorit Anda bersama 1xBet!