SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Program servis sepeda motor gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur itu melibatkan 354 SMK dengan dukungan lebih dari 50 ribu murid.
Penghargaan MURI diserahkan Senior Manager MURI Sri Widji Wahyuning Utami kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/10/2026).
Program servis gratis tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/10/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi provinsi sekaligus wujud kontribusi pendidikan vokasi kepada masyarakat.
Pelaksanaannya juga melibatkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk memberikan pendampingan teknis.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung keberhasilan program tersebut, terutama sekolah, guru, dan murid SMK yang terlibat langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Aries, penghargaan MURI tidak hanya mencerminkan besarnya jumlah layanan yang diberikan, tetapi juga menunjukkan bahwa keterampilan murid SMK dapat diterapkan secara langsung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Jawa Timur. Melalui program ini, murid SMK tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga menunjukkan kompetensi yang dimiliki melalui pelayanan langsung kepada masyarakat. Keterlibatan puluhan ribu murid juga menunjukkan besarnya potensi pendidikan vokasi dalam memberikan kontribusi nyata,” ujar Aries, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, layanan yang diberikan mencakup penggantian oli, penyetelan mesin atau tune-up, hingga pencucian sepeda motor secara gratis.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh selama pembelajaran sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Aries menambahkan, murid yang terlibat merupakan siswa pilihan dari masing-masing sekolah.
Mereka telah mendapatkan pembekalan keterampilan melalui pembelajaran praktik dan pengalaman praktik kerja industri (prakerin).
“Program ini sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan murid SMK terus diasah agar sesuai dengan standar dan kebutuhan industri. Mereka mendapat kesempatan membuktikan kemampuan, kedisiplinan, dan kualitas kerja secara langsung, dengan dukungan guru pendamping serta teknisi dari industri,” katanya.
Selain melalui program tersebut, Dindik Jatim terus mendorong SMK mengembangkan teaching factory atau pembelajaran berbasis produksi dan kelas industri agar proses pendidikan semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Sekolah juga didorong memperkuat kemitraan dengan DUDI, mulai dari penyelarasan kurikulum hingga peningkatan kompetensi lulusan.
Menurut Aries, sinergi antara sekolah dan industri menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperbesar peluang lulusan SMK untuk terserap di dunia usaha dan dunia industri.
Ia berharap pencapaian tersebut semakin memperkuat peran SMK sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan data Dindik Jatim per 7 Oktober 2026, program tersebut melibatkan 50.448 murid, didukung 336 guru pendamping dan 314 teknisi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Jumlah sekolah yang berpartisipasi mencapai 354 SMK, melampaui target awal sebanyak 350 SMK.
Dari sisi layanan, jumlah sepeda motor yang masuk dalam rencana servis mencapai 9.175 unit.
Angka tersebut terdiri atas 8.864 unit dalam rencana awal dan tambahan 311 unit, atau melampaui target awal sebanyak 8.100 sepeda motor. (dev/van)










