GRESIK, BAGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 443.436 ton untuk menghadapi musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027 (Okmar). Ketersediaan stok tersebut disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk nasional selama musim tanam.
Jumlah tersebut berada di atas ketentuan safety stock yang ditetapkan pemerintah. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan pupuk guna mendukung produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Stok pupuk yang tersedia terdiri atas 95.645 ton pupuk Urea, 261.858 ton NPK Phonska, 70.054 ton pupuk organik Petroganik, 4.116 ton pupuk ZA, dan 11.763 ton pupuk SP-36. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari peran Petrokimia Gresik dalam memenuhi kebutuhan pupuk petani di berbagai daerah.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan ketersediaan pupuk merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran musim tanam.
Karena itu, perusahaan terus menjaga kesiapan produksi dan ketersediaan stok melalui optimalisasi operasional serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak.
"Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Petani dapat mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi ini sebaik-baiknya," ujarnya, Selasa (13/10/2026).
"Ini merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional," tuturnya menambahkan.
Selain menjaga pasokan pupuk, Petrokimia Gresik juga mendorong penerapan pemupukan berimbang untuk mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan.
Upaya tersebut didasarkan pada hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 yang menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.
Rendahnya kandungan karbon organik dinilai perlu mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap struktur tanah, aktivitas mikroorganisme, dan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Kondisi tersebut menjadi indikator pentingnya menjaga kesehatan tanah agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
"Pupuk yang tersedia harus dimanfaatkan secara tepat. Selain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, kita juga perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif," kata Daconi.
"Karena itu, penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang menjadi penting, bukan hanya untuk hasil panen saat ini, tetapi juga untuk keberlanjutan pertanian ke depan," imbuhnya.
Pupuk organik seperti Petroganik berfungsi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sedangkan pupuk anorganik berperan dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, sehingga penggunaan keduanya secara berimbang dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan menjaga kesuburan lahan.
Sebagai contoh penerapan pemupukan berimbang pada tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola 5:3:2, yaitu penggunaan 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram pupuk NPK, dan 200 kilogram pupuk Urea untuk satu hektare lahan.
Penerapan pola tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi tanah, kebutuhan tanaman, dan rekomendasi teknis setempat. Untuk menjaga kelancaran distribusi dan produksi, perusahaan juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (Sistro), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).
Sistem itu digunakan untuk mendukung pasokan bahan baku, proses produksi, serta pengelolaan pergudangan dan aktivitas kepelabuhanan. Daconi menegaskan perusahaan akan terus menjaga kesinambungan pasokan pupuk, terutama saat kebutuhan meningkat pada musim tanam.
Menurut dia, kesiapan produksi dan distribusi menjadi bagian penting dari kontribusi perusahaan terhadap sektor pertanian nasional.
"Sebagai produsen pupuk, tanggung jawab kami adalah memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan petani dapat terus terpenuhi," ucapnya.
"Kami ingin kontribusi Petrokimia Gresik tidak hanya membantu kelancaran musim tanam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional," sambungnya. (hud/mar)










