LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Difabel 2026 tingkat Jawa dan Bali di Pendopo Lokatantra, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar seratus kafilah penyandang disabilitas yang siap menguji kemampuan membaca hingga menghafal Al-Qur’an.
Acara ini terselenggara atas kerja sama Pemkab Lamongan, LPTQ Kabupaten Lamongan, dan Griya Quran Difabel. Selain sebagai wadah ekspresi keagamaan, ajang tahunan ini diposisikan sebagai langkah nyata menyukseskan program prioritas "Lamongan Nyantri".
Program tersebut berfokus pada pembentukan karakter, penguatan tradisi mengaji di tengah masyarakat, serta pemberdayaan peran lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan moral.
Ketua LPTQ Kabupaten Lamongan, Moh Nalikan, mengapresiasi konsistensi seluruh pihak yang terus mendampingi serta memberikan ruang belajar inklusif bagi masyarakat difabel.
Ia menegaskan bahwa pembinaan dan dorongan untuk mencintai Al-Qur'an tidak hanya dilakukan melalui ajang perlombaan, tetapi juga terus ditanamkan di lingkungan sekolah.
Pada gelaran tahun ini, terdapat empat kategori yang dilombakan, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kategori putra dan putri; Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) kategori 2 juz; Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) kategori 5 juz, dan Lomba Adzan.
Penilaian perlombaan berpatokan pada kelancaran bacaan, kualitas suara, keindahan lagu, hingga ketepatan hukum tajwid. Pemkab Lamongan berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang yang setara dan mendukung potensi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. (sof/rev)










