PHRI Kabupaten Kediri Resmi Dikukuhkan, Estterrita Pimpin Kepengurusan 2026-2031

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kediri resmi memiliki kepengurusan sendiri untuk periode 2026–2031 setelah sebelumnya bergabung dalam PHRI Kediri Raya.

Pengukuhan kepengurusan PHRI Kabupaten Kediri berlangsung di Ruang Sapta Pesona, lantai dua Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Rabu (14/10/2026).

Ir. Estterrita Dian Kenjorini, pengelola De'pratnya Hotel, dipercaya menjadi Ketua PHRI Kabupaten Kediri. Ia mengaku bersyukur atas terbentuknya kepengurusan tersebut karena merupakan hasil perjuangan bersama para pelaku pariwisata selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Menurut Estterrita, pemisahan kepengurusan PHRI Kediri Raya menjadi PHRI Kabupaten Kediri dan PHRI Kota Kediri diharapkan dapat membuat pembinaan anggota serta koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan lebih terarah.

Estterrita menjelaskan, agenda kegiatan tersebut meliputi pelantikan pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Kediri periode 2026–2031.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja (raker) perdana dan silaturahmi bersama anggota, pemangku kepentingan pariwisata, serta Pemerintah Kabupaten Kediri untuk menyatukan visi dan misi organisasi.

Ia menilai, pembentukan PHRI Kabupaten Kediri menjadi langkah baru bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran untuk memperkuat koordinasi serta mendorong pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

"Alasan utamanya karena potensi hotel, resto, kafe dan destinasi di Kabupaten Kediri ini sangat besar, tapi belum terwadahi dalam satu organisasi yang solid. Kami ingin pelaku usaha ini punya rumah bersama, punya payung hukum, dan bisa bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan pariwisata. Kalau jalan sendiri-sendiri berat, kalau bersama-sama kita BANGKIT," ungkap wanita yang akrab disapa Bu Ester ini.

Sebagai langkah awal, Estterrita akan melakukan inventarisasi hotel dan restoran yang beroperasi di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Pendataan tersebut juga menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi sekaligus mengajak para pelaku usaha bergabung sebagai anggota PHRI.

Ia menambahkan, pendekatan organisasi tidak akan terpusat di satu wilayah saja. Jangkauan kerja nantinya dibagi agar komunikasi dengan pelaku usaha di berbagai kecamatan, seperti Ngasem, Pare, dan wilayah lainnya, dapat berlangsung lebih efektif.

Dalam menghadapi perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan, Estterrita menyampaikan tiga harapan utama bagi pelaku usaha hotel dan restoran di Kabupaten Kediri.

Pertama, mendorong kesejahteraan anggota PHRI, meningkatkan kualitas usaha, serta mendongkrak tingkat okupansi hotel dan restoran.

Kedua, menjadikan PHRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk mendatangkan berbagai kegiatan atau event dan wisatawan ke Kediri.

Ketiga, menciptakan iklim usaha yang sehat, solid, dan saling mendukung sesuai dengan motto "Maju bersama, besar bersama".

"Keberadaan ikon daerah seperti Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), akses jalan tol, hingga Bandara Dhoho Kediri dinilai menjadi peluang besar bagi sektor usaha perhotelan dan kuliner," tutup Ester.

Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, menyampaikan bahwa pembentukan PHRI Kabupaten Kediri merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi besar Kediri Raya. Ia berharap organisasi tersebut dapat menyediakan data akurat mengenai profil wisatawan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

Selain itu, hotel dan restoran diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi destinasi wisata daerah sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyambut positif terbentuknya BPC PHRI Kabupaten Kediri. Ia berharap organisasi tersebut mampu berkontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

"Kami berharap organisasi ini tidak sebatas wadah formalitas, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di Bumi Panjalu," tandas Mustika. (uji/van)