Lomba Kelompok Peternak Berprestasi Jatim 2026, Dua KTT Bojonegoro Borong Juara II

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Sektor peternakan Kabupaten Bojonegoro kembali mengukir prestasi manis di tingkat Jawa Timur. Dua kelompok tani ternak (KTT) asal kota ledre berhasil menyabet juara II dalam ajang Lomba Kelompok Peternak Berprestasi Jawa Timur 2026, yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Indra Firmansyah, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didasari oleh sejumlah keunggulan pengelolaan yang dimiliki kedua kelompok tersebut.

Dua kelompok yang mengharumkan nama Bojonegoro itu yakni KTT Srono Makmur dari Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, yang berhasil meraih Juara 2 untuk komoditas ternak domba. Sementara untuk komoditas sapi potong, Juara 2 diraih oleh KTT Lembu Suro asal Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan.

"Prestasi tersebut berhasil diraih setelah kedua KTT diverifikasi lapangan oleh tim penilai dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur," jelas Indra saat memberikan keterangan, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, proses evaluasi oleh Tim Penilai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Tahapan penilaian diawali dengan verifikasi administrasi terhadap proposal kelompok, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan langsung ke lokasi kandang.

Indikator yang dinilai mencakup kelembagaan kelompok, manajemen pemeliharaan ternak, jiwa kewirausahaan, hingga terobosan atau inovasi yang dikembangkan.

"Sehingga dari hasil penilaian itu kedua KTT mendapatkan juara. Di sisi lain KTT sukses mengembangkan ternak, yakni KTT Srono Makmur memiliki ternak domba sebanyak 90 ekor domba dan KTT Lembu Suro ternak sapi sebanyak 101 ekor," terangnya.

Atas capaian ini, pihak Disnakkan berharap apresiasi tingkat provinsi tersebut dapat memicu semangat para peternak untuk terus membesarkan usaha mereka demi kesejahteraan anggota maupun warga sekitar, sekaligus menjadi inspirasi bagi kelompok tani ternak lainnya di Bojonegoro.

"Kelompok yang aktif bisa menunjukkan potensi dan kinerja kelompok dari hulu sampai hilir. Sehingga nantinya bisa berprestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi serta membuktikan bahwa usaha peternakan masih menjadi usaha produktif dan bisa meningkatkan keksejahteraan keluarga," tandasnya. (jku/rev)