NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Museum Anjuk Ladang di Kabupaten Nganjuk menjadi lokasi pembelajaran sejarah bagi puluhan lanjut usia (lansia) yang tergabung dalam Bina Keluarga Lansia (BKL) Nur Jannah, Kelurahan Mangundikaran, pada, Sabtu (17/10/2026).
Agenda tersebut dikemas dalam konsep belajar luar ruang atau outing class untuk mengenalkan sejarah daerah secara lebih dekat. Sebanyak 40 lansia peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) mengikuti kegiatan tersebut setelah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran.
Mereka memilih Museum Anjuk Ladang sebagai lokasi pembelajaran untuk memperluas pemahaman tentang sejarah dan perjalanan Kabupaten Nganjuk.
Ketua Kelas BKL Nur Jannah, Ari Hariyanto, mengatakan kegiatan outing class merupakan agenda yang rutin dilakukan setelah peserta menyelesaikan program Selantang. Menurutnya, museum dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki nilai edukatif yang dapat menambah wawasan peserta.
"Biasanya setelah selesai jenjang pembelajaran pada Selantang, kami laksanakan outing class. Kali ini kami pilih lokasinya di Museum Anjuk Ladang," ucapnya.
Ia menuturkan pemilihan Museum Anjuk Ladang merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta BKL Nur Jannah. Banyak di antara para peserta yang belum pernah mengunjungi museum yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk tersebut.
"Kami ingin setiap outing class ada hasil dan makna pembelajaran. Maka kami pilih museum ini untuk menggali informasi tentang sejarah, khususnya Nganjuk," katanya.
Ari menilai kunjungan ke museum juga menjadi sarana mengenang perjalanan masa lalu para peserta. Beberapa di antaranya bahkan pernah menemukan benda-benda bersejarah saat masih kecil yang kini menjadi bagian dari koleksi museum.
"Sepeti nostalgia. Dulu, teman saya pernah menemukan beberapa benda sejarah. Seperti koin atau keramik kuno. Kini, benda-benda tersebut tersusun rapi menjadi koleksi museum," paparnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk, Jainuri, menyambut positif kunjungan tersebut. Pada saat yang sama, Museum Anjuk Ladang juga menerima kunjungan edukasi dari SDN 7 Margopatut, Kecamatan Sawahan, dan SDN 4 Kapas, Kecamatan Sukomoro.
Kedatangan ratusan siswa dari kedua sekolah itu membuat suasana museum lebih ramai dengan aktivitas belajar sejarah. Menurut Jainuri, museum terus menjadi salah satu tujuan edukasi bagi pelajar maupun masyarakat umum yang ingin mengenal sejarah daerah.
"Terima kasih kami sampaikan atas antusiasme dalam mengunjungi dan belajar di Museum Anjuk Ladang ini. Di sini, kita dapat belajar sejarah, terutama tentang Nganjuk," tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengunjung karena sebagian area Museum Anjuk Ladang masih dalam proses revitalisasi. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah koleksi belum dapat ditampilkan secara maksimal kepada masyarakat.
"Kami mohon doa restu agar museum ini semakin berkemhang," ucapnya.
Jainuri menjelaskan, Museum Anjuk Ladang selama ini rutin menjadi lokasi pembelajaran sejarah dan tujuan wisata edukatif bagi berbagai kalangan. Pengunjungnya berasal dari jenjang pendidikan mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi, serta masyarakat umum. (bam/mar)










