BANGSAONLINE.com - BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca panas dan udara kering yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kualitas udara akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, meminta masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap untuk menggunakan masker guna mengurangi paparan partikel berbahaya. Menurutnya, langkah tersebut penting terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita gangguan pernapasan.
"Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap juga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap. Terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan," katanya dalam siaran pers yang dikutip hari ini, Senin (19/10/2026).
Selain menggunakan masker, masyarakat juga disarankan memakai tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi dampak paparan sinar matahari. BMKG juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara di wilayahnya mengalami penurunan.
BMKG turut meminta pemerintah daerah dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca kering. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dinilai perlu terus diperkuat untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru.
Di samping itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak selama periode musim kering. BMKG juga mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (17/10/2026), sebaran asap karhutla masih terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, BMKG mencatat asap di wilayah Jawa bagian barat mulai bergerak menjauh seiring perubahan kondisi atmosfer.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan perubahan arah dan kecepatan angin di lapisan atmosfer memengaruhi pergeseran sebaran asap. Meski demikian, ia menegaskan keberadaan asap yang terpantau melalui satelit tidak selalu menunjukkan peningkatan kadar polutan di permukaan.
"Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing. BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menyampaikan informasi terkini sebagai dasar bagi masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif," paparnya.
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan kualitas udara di berbagai wilayah. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang sesuai dengan kondisi cuaca dan lingkungan setempat. (rom)










