KEDIRI BANGSAONLINE.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengunjungi sejumlah tokoh agama dan pondok pesantren di wilayah Kediri, Senin (19/10/2026), untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kunjungan kerja yang berlangsung pukul 10.00 hingga 15.33 WIB tersebut turut dihadiri Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, serta sejumlah pejabat utama Polda Jatim dan jajaran Polres.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien, Ngasinan, Kota Kediri.
Kedatangan Kapolda Jatim disambut pengasuh Ponpes Al-Amien yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Anwar Iskandar, bersama keluarga dan jajaran pengasuh pesantren.
Setelah bersilaturahmi dan ramah tamah, rombongan melanjutkan perjalanan ke kompleks Makam Setono Gedong untuk berziarah ke makam Syekh Wasil Syamsuddin, salah satu situs religi bersejarah di Kota Kediri.
Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan tiba di Ponpes Lirboyo dan disambut pengasuh pesantren, KH. Anwar Manshur, beserta keluarga dan jajaran pengasuh. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Ponpes Ploso, Kediri. Di lokasi tersebut, rombongan disambut pengasuh pesantren KH. Nurul Huda Djazuli dan KH. Abdul Rohman Kautsar atau Gus Kautsar, bersama keluarga serta para santri.
Salah satu agenda utama berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB ketika Kapolda Jatim mengunjungi Pondok Pesantren Putri Al Falah Ploso. Di hadapan sekitar 1.000 santri putri, ia menyampaikan motivasi sekaligus pesan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Dekananto mengungkapkan kekagumannya terhadap Gus Kautsar yang selama ini menjadi salah satu sosok guru dan sumber pembelajaran baginya melalui media sosial.
Ia juga berbagi cerita mengenai perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil di Kauman, Kabupaten Bojonegoro, hingga berhasil mewujudkan cita-cita menjadi anggota Polri dan mengemban amanah sebagai Kapolda Jawa Timur.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari doa, dukungan, dan nasihat orang tua, terutama ibu.
“Doa seorang ibu merupakan senjata terbaik,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan Kapolda saat memberikan motivasi kepada para santri.
Ia mengingatkan para santri agar selalu menghormati dan menaati orang tua serta para kiai yang membimbing mereka. Para santri juga diminta tidak berkecil hati dalam mengejar cita-cita karena masa depan seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kondisi saat ini.
Kapolda mengajak para santri untuk terus belajar, menjaga akhlak, dan bersungguh-sungguh menempuh pendidikan di pesantren.
Ia berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang sukses, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, serta negara.
Selain memberikan motivasi, Dekananto menyoroti pentingnya mencegah perundungan atau bullying, khususnya di lingkungan pendidikan dan pondok pesantren.
Ia mengingatkan bahwa candaan yang berlebihan dapat berdampak negatif apabila tidak mempertimbangkan perasaan dan kondisi orang lain.
Karena itu, para santri diharapkan saling mengingatkan serta tidak membiarkan tindakan yang mengarah pada perundungan, baik antara senior dan junior maupun sesama teman.
Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman sehingga para santri bisa belajar serta mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut.
Kapolda juga mendoakan agar para santri memperoleh keberkahan, kelancaran dalam menuntut ilmu, dan kemudahan meraih cita-cita.
Ia kembali menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua melalui doa dan komunikasi yang baik.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama.
Ulama serta pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk menanamkan kedisiplinan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui komunikasi dan silaturahmi yang terjalin, sinergi Polri dengan kalangan pesantren diharapkan semakin kuat dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Setelah menyelesaikan agenda di Ponpes Ploso, Kapolda Jatim melanjutkan silaturahmi ke kediaman Gus Kautsar di kawasan Teras Gubuk, Ploso, Kediri.
Rangkaian kunjungan berakhir pukul 15.33 WIB, saat rombongan meninggalkan lokasi untuk kembali ke Polda Jawa Timur. (uji/van)










