KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Hari Jadi ke-25 Kota Batu yang diperingati pada 17 Oktober 2026 menjadi momentum bagi pemerintah daerah setempat untuk memperkuat arah pembangunan berkelanjutan.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batu, Nurochman selaku kepala daerah setempat menegaskan, usia seperempat abad harus menjadi pijakan untuk mempercepat kemajuan daerah di berbagai sektor.
Menurut dia, pembangunan Kota Agropolitan harus bertumpu pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, kerukunan sosial, serta pelestarian lingkungan.
Nurochman menilai, keberlanjutan pembangunan menjadi faktor penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus melindungi sumber daya alam bagi generasi mendatang.
“Kita ingin pariwisata memberi manfaat lebih luas, pertanian semakin kuat, pelayanan publik semakin baik, dan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ucapnya.
Mengusung tema 'Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan' dan semangat 'Kreatif SAE', peringatan hari jadi tahun ini juga menjadi refleksi atas capaian pembangunan daerah. Pemkot Batu mencatat realisasi investasi pada 2025 mencapai sekitar Rp2,33 triliun.
Selain itu, sejumlah indikator sosial menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu mencapai 80,35, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan dari 3,06 persen pada 2024 menjadi 2,86 persen pada 2025.
“Capaian ini patut kita syukuri dan perlu kita lanjutkan dengan kebijakan yang semakin memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat. Angka-angka tersebut adalah modal, bukan alasan untuk berhenti berbenah,” kata Nurochman.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat sektor pertanian di tengah perkembangan sektor pariwisata. Menurut dia, pembangunan ekonomi daerah tidak boleh bergantung pada satu sektor, melainkan harus didukung pertanian, ekonomi kreatif, dan usaha mikro yang tumbuh secara bersamaan.
“Petani, pelaku usaha pertanian, hingga pekerja pariwisata memiliki peran vital. Arah pembangunan kita tetap memberi tempat mulia bagi pertanian, beriringan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif,” paparnya.

Wali Kota Batu juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif serta dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan, TNI, dan Polri yang dinilai turut mendukung kelancaran pembangunan serta menjaga keamanan wilayah.
“Keamanan dan kenyamanan adalah harga mati bagi kota wisata untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan wisatawan,” tuturnya.
Selain aspek ekonomi dan keamanan, Nurochman mengapresiasi kontribusi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta relawan lingkungan dalam mendukung pembangunan Kota Batu. Ia menegaskan pertumbuhan kota harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.
“Dibutuhkan kebiasaan bersama, mulai dari lingkungan rumah hingga ruang publik, untuk menjaga alam. Pertumbuhan kota tidak boleh mengabaikan alam yang menopang kehidupan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, H.M. Didik Subiyanto menilai peringatan HUT ke-25 harus menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah. Menurutnya, capaian pembangunan fisik maupun nonfisik hingga 2026 telah mencapai sekitar 70 hingga 75 persen di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Pemerintah daerah diharapkan dapat memaksimalkan pelaksanaan program yang telah direncanakan agar sisa target prioritas dapat dituntaskan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia berharap, Kota Batu terus berkembang tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat sesuai visi mBatu SAE. (adv/adi/mar)










