Jaga Ekosistem Goa Nglirip, PLN NP UP Tanjung Awar-Awar dan BBKSDA Jatim Berdayakan Peternak

TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT PLN Nusantara Power (NP) UP Tanjung Awar-Awar memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui sinergi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Kerja sama ini diwujudkan dalam upaya perlindungan ekosistem karst di kawasan Cagar Alam Goa Nglirip, Kabupaten Tuban.

Sebagai langkah konkret pemberdayaan, PLN NP UP Tanjung Awar-Awar menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah rumput kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Guwo Mulyo di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Kamis (15/10/2026).

Senior Manager PT PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Tri Wahyudi, menjelaskan bahwa bantuan mesin ini dialokasikan untuk pembuatan silase dan pakan ternak fermentasi. Pemanfaatan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi warga yang bermukim di wilayah penyangga kawasan konservasi.

“Program pemberdayaan ini merupakan wujud kepedulian lingkungan dengan kesejahteraan warga lokal,” ucap Tri Wahyudi.

Ia menegaskan, inisiatif ini dirancang guna memberikan dampak sosial-ekonomi jangka panjang. Selain mendorong kemandirian peternak KTH Guwo Mulyo, program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk merawat keanekaragaman hayati Cagar Alam Goa Nglirip.

“Kami mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem dan keanegaragaman hayati,” ungkapnya.

Pihak pengelola kawasan konservasi pun menyambut hangat dukungan tersebut. Perwakilan Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, Gatot Kuncoro Edi, menilai bahwa bantuan mesin pakan ini menjadi stimulus krusial bagi perekonomian warga desa di sekitar hutan.

Menurutnya, dukungan ini tidak hanya mendorong produktivitas peternak, tetapi juga meningkatkan nilai transaksi ekonomi KTH Guwo Mulyo secara signifikan.

“Sinergi ini diharapkan mampu membentuk ekosistem peternakan mandiri yang selaras dengan upaya pelestarian kawasan hutan konservasi di Kabupaten Tuban,” pungkasnya. (wan/rev)