SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Warga Jalan Ploso Timur III, Surabaya, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan di balkon lantai dua sebuah rumah, Rabu (21/10/2026) dini hari. Bayi tersebut ditemukan dalam sebuah tas belanja yang tergeletak di rumah milik Sumaji.
Penemuan bayi itu memunculkan sejumlah pertanyaan terkait bagaimana bayi tersebut dapat berada di lokasi. Pasalnya, rumah tempat bayi ditemukan berada di dalam area berpagar besi setinggi sekitar 2 meter, dan hanya ditempati oleh keluarga pemilik rumah.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 03.30 WIB ketika keluarga Sumaji mendengar suara mencurigakan dari arah balkon lantai dua. Awalnya, suara tersebut dikira berasal dari anak kucing yang berada di sekitar rumah.
“Awalnya saya kira suara itu suara anak kucing. Anak saya membangunkan saya karena mendengar suara aneh dari arah balkon lantai dua,” kata Sumaji saat dikonfirmasi.
Karena penasaran, ia memeriksa sumber suara dan menemukan sebuah tas belanja yang tergeletak di balkon. Saat diangkat, tas tersebut terasa cukup berat dan terlihat terdapat tetesan darah.
“Saat saya periksa, tas itu terasa berat. Saya bawa ke bawah dan melihat ada tetesan darah. Setelah diperiksa bersama istri, ternyata isinya seorang bayi laki-laki yang masih hidup,” ucap Sumaji.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup dengan tubuh berlumuran darah. Mengetahui kondisi itu, keluarga Sumaji segera menghubungi layanan darurat 112 dan melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.
Petugas kemudian membawa bayi tersebut ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, bayi laki-laki itu masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sumaji mengaku tidak mengetahui siapa yang meletakkan bayi tersebut di rumahnya. Ia menegaskan rumah yang ditempatinya hanya dihuni oleh keluarganya dan tidak digunakan sebagai rumah kos.
“Saya tidak tahu siapa yang meletakkan bayi itu di balkon rumah. Rumah ini hanya ditempati keluarga saya dan tidak digunakan sebagai tempat kos,” tuturnya.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Tambaksari bersama jajaran Polrestabes Surabaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga menyelidiki kemungkinan pihak yang meninggalkan bayi tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Amirudin, mengatakan lokasi penemuan bayi menjadi salah satu fokus penyelidikan karena dinilai tidak lazim jika dilakukan oleh orang yang tidak mengenal lingkungan sekitar.
"Yang kurang masuk akal kalau memang yang membuang bayi adalah orang luar kenapa susah susah membuang di lantai 2 sebuah rumah, kenapa tidak dibuang ke depan pagar besi halaman rumah saja, ini yang menjadi penyelidikan kita," paparnya.
Polisi saat ini melakukan penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat. Langkah tersebut dilakukan karena CCTV yang terpasang di rumah Sumaji diketahui tidak berfungsi saat peristiwa terjadi.
"Untuk CCTV yang terpasang di rumah Sumaji diketahui sedang tidak berfungsi, kita pantau cctv dari warga sekitaran kampung," kata Amirudin.
Kapolsek Tambaksari, Kompol Didik Triwahyudi, mengatakan penanganan kasus tersebut kini juga melibatkan Satreskrim dan unit perlindungan perempuan dan anak untuk mempercepat proses penyelidikan.
"Kami sampai sekarang baru selesai dari TKP bersama Polrestabes Surabaya. Dan sekarang ditangani oleh Satres PPA/PPO, silahkan komunikasi dengan pihak sana," ujarnya.
Polisi masih mendalami kronologi penemuan bayi tersebut sekaligus mengumpulkan sejumlah petunjuk untuk mengungkap identitas dan keberadaan pihak yang diduga meninggalkan bayi di lokasi kejadian. (rus/mar)










