JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Puluhan seniman yang tergabung dalam Komunitas Pelukis (Kopi) Jombang memutuskan mengakhiri partisipasi mereka dalam pameran seni rupa bertajuk Lorong Waktu yang menjadi bagian dari Jombang Fest 2026.
Keputusan itu ditandai dengan pembongkaran dan penarikan seluruh karya seni dari lokasi pameran sebelum agenda resmi berakhir. Berdasarkan pantauan di lokasi, area pameran tampak kosong setelah para perupa mengemas karya mereka secara mandiri pada Selasa (20/10/2026) malam.
Langkah tersebut dilakukan setelah lokasi pameran disterilkan oleh Satpol PP. Para seniman menyatakan keputusan tersebut merupakan bentuk protes terhadap penyelenggaraan pameran yang dinilai tidak sesuai dengan komitmen awal yang diberikan oleh pihak penyelenggara atau event organizer (EO).
Salah satu perupa Kopi Jombang, Anas, mengatakan para seniman telah mempersiapkan pameran dengan antusias sejak jauh hari. Menurut dia, pada awal perencanaan, pihak EO menjanjikan lokasi pameran yang aman, tertutup, dan representatif untuk menampilkan karya seni kepada pengunjung.
"Awalnya dijanjikan tempat khusus yang aman dan tertutup, tetapi mendadak didirikan di tengah Alun-Alun Jombang. Kesalahan awal itu masih berusaha kami maklumi agar karya teman-teman tetap bisa dinikmati publik," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Kekecewaan para perupa semakin bertambah setelah lokasi stan pameran ditempatkan di belakang area pedagang kaki lima (PKL). Kondisi tersebut dinilai membuat karya-karya seni yang dipamerkan sulit terlihat oleh pengunjung.
Anas mengungkapkan pihak EO sempat berjanji melakukan penataan ulang dan perbaikan lokasi pameran. Namun hingga kegiatan berlangsung, perubahan yang dijanjikan disebut belum terealisasi.
"Setiap kali dikomplain, EO selalu berjanji akan memperbaiki keadaan. Namun, pada kenyataannya nihil. Kami merasa dipermalukan dan tidak mendapat kejelasan, sehingga keputusan terbaik adalah membongkar pameran ini," paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jombang Fest 2026, Saiful Anwar, menyatakan pihaknya telah berupaya melakukan penataan terhadap area pameran, termasuk menertibkan pedagang yang dinilai mengganggu tampilan lokasi kegiatan.
"Sejak kemarin malam, kami sudah mengambil langkah bersama petugas untuk menertibkan area PKL dan mengondisikan posisi lukisan," katanya.
Hingga berita ini disusun, pihak EO belum memberikan pernyataan resmi terkait keputusan para seniman KOPI Jombang yang menarik karya dan mengundurkan diri dari pameran Lorong Waktu sebelum penutupan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026. (aan/mar)










