FIFA Dikejar 42 Pertanyaan UEFA Jelang Pemilihan Presiden 2027

BANGSAONLINE.com - Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) meminta Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memberikan penjelasan tertulis atas 42 pertanyaan yang berkaitan dengan tata kelola organisasi dan sejumlah keputusan yang diambil Presiden FIFA Gianni Infantino. UEFA menetapkan batas waktu hingga 2 November 2026 untuk penyampaian jawaban beserta dokumen pendukung.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis. Surat itu menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai belum memperoleh penjelasan memadai dalam pertemuan Dewan FIFA yang berlangsung sebelumnya.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah rencana FIFA mencari pendanaan melalui penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia melalui skema FIFA Forward Enterprise (FFE). Program tersebut akhirnya dibatalkan pada Juli 2026 setelah mendapat penolakan dari sejumlah pihak.

UEFA sebelumnya sempat mengancam memboikot seluruh ajang FIFA karena menilai kebijakan tersebut dijalankan tanpa konsultasi yang memadai dengan Dewan FIFA. Ancaman itu kemudian dicabut setelah FIFA menyatakan rencana serupa tidak akan dilanjutkan.

Kendati demikian, UEFA menilai sejumlah pertanyaan mendasar terkait proses pengambilan keputusan masih belum terjawab. Organisasi sepak bola Eropa tersebut juga mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Dewan FIFA dalam pembahasan berbagai kebijakan strategis.

Dalam suratnya, UEFA menyatakan masih terdapat sejumlah pertanyaan dari anggota Dewan FIFA yang belum memperoleh klarifikasi. Federasi tersebut juga mengaku belum menerima sejumlah dokumen yang sebelumnya diminta kepada FIFA.

Selain membahas rencana investasi Piala Dunia, UEFA turut meminta penjelasan terkait paket remunerasi Presiden FIFA Gianni Infantino. Organisasi itu juga menyoroti penanganan kasus disiplin penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.

Kasus Balogun menjadi perhatian setelah kartu merah yang diterima pemain tersebut dibatalkan. UEFA meminta penjelasan mengenai proses pengambilan keputusan tersebut, termasuk laporan mengenai komunikasi antara Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Persoalan lain yang masuk dalam daftar pertanyaan mencakup hubungan bisnis dan politik yang melibatkan Donald Trump beserta keluarganya. UEFA juga mempertanyakan keputusan FIFA membentuk penghargaan FIFA Peace Prize dan pemberian penghargaan tersebut kepada Trump.

Di samping itu, independensi komite yudisial, komite pemilihan, dan komite etik FIFA turut menjadi sorotan. UEFA menilai keterbukaan informasi diperlukan untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.

UEFA menegaskan jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut tidak dapat menunggu hingga pertemuan Dewan FIFA berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2026 di Qatar. Tenggat waktu 2 November dinilai penting agar federasi anggota memiliki kesempatan mempelajari jawaban FIFA sebelum masa pencalonan Presiden FIFA berakhir.

Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 dalam Kongres FIFA di Rabat, Maroko. Hingga kini belum ada kandidat yang secara resmi menyatakan diri akan menantang Gianni Infantino, sementara batas akhir pendaftaran calon ditetapkan pada 18 November 2026. (rom)