KEDIRI, BANGSAONLINE.com-Kehadiran Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan Dr KH Ahmad Mustain Syafi’i dalam pertemuan kiai atas undangan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur mendapat perhatian tersendiri, terutama dari para kiai muda. Kebetulan Kiai Asep dan Kiai Mustain Syafi’i tiba di lokasi pertemuan di Gedung Yayasan Lirboyo itu hampir bersamaan. Padahal tak janjian.
Kiai Asep tiba lebih dulu. Ia langsung keluar dari mobilnya. Tak lama kemudian mobil Kiai Mustain Syafi’i tiba. Kiai Mustain berjalan di belakang Kiai Asep.
Nah, kedatangan dua kiai itu langsung disorot kamera para wartawan yang sedang menunggu para kiai peserta pertemuan datang. Begitu juga para kiai muda atau gus penerima tamu. Mereka langsung menyambut Kiai Asep dan Kiai Mustain Syafi’i yang baru turun dari mobilnya.
Mereka langsung berebut mencium tangan Kiai Asep dan Kiai Mustain Syafi’i.
“Ini kiai viral yang disomasi dan dilaporkan ke polisi itu,” kata seorang gus sambil mencium tangan Kiai Asep dan Kiai Mustain Syafi’i. Kiai Asep dan Kiai Mustain Syafiii tertawa sambil melangkah yang diringi para kiai muda yang terus menyerbu dua kiai tersebut.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, KH Miftachul Akhyar yang kini menjabat Rais Aam Syuriah PBNU dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menjabat Wakil Ketua Umum PBNU dikabarkan mensomasi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, putra salah seorang ulama pendiri Nahdlatul Ulama KH Abdul Chalim Leuwimunding. Bahkan kabarnya mereka telah melaporkan Kiai Asep pada Bareskrim Polri.
Begitu juga Kiai Ahmad Musta’in Syafi’i. Kiai hafidz (hafal Al Quran 30 juz) itu dikabarkan disomasi oleh Kiai Miftachul Akhyar.
Kiai Asep dan Kiai Musta’in Syafi’I memang melakukan peringatan dan kritik keras agar tidak terjadi risywah baik menjelang maupun saat Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur pada 27 - 31 Agustus 2026. Harapannya agar NU yang didirikan Hadratussyaikh KH Muhamamd Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah serta ulama lain, termasuk KH Abdul Chalim, yang tak lain ayahanda Kiai Asep itu, tak dikotori oleh praktik risywah atau money politics yang secara syariat jelas haram dan merusak marwah NU serta integritas para pengurus NU.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, ulama kharismatik KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengundang 35 kiai sepuh ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, Rabu 21 Oktober 2026. Undangan itu selain ditandatangani Gus Mus juga ditandatangani Nyai Hj Muhsinah Cholil, ibunda KH Yahya Cholil Staquf, mantan Ketua Umum PBNU dan Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama RI.
Selain Gus Mus dan Nyai Muhsinah, surat undangan tersebut juga ditandatangani KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Para kiai yang diundang, antara lain: KH Nurul Huda Djazuli (Kediri), KH Ma'ruf Amin (Jakarta), KH Said Aqil Siroj (Jakarta), KH Asep Saifuddin Chalim (Mojokerto), KH Abdullah Kafabih Mahrus (Lirboyo), KH Azaim Ibrahimy (Situbondo), KH Ubaidullah Shodaqoh (Semarang), dan KH Ahmad Sadid Jauhari (Jember).
Juga KH Mustofa Aqil (Cirebon), KH Husain Muhammad (Cirebon), KH Ubaidillah Ruhiyat (Cipasung), KH Idris Abdul Hamid (Pasuruan), KH Imam Buchori (Bangkalan), KH Cholil As'ad (Situbondo), KH Ahmad Musta'in Syafi'i (Jombang), KH Abdullah Ubab Maimoen (Rembang), KH Ubaidillah Faqih (Tuban), dan kiai-kiai lainnya.










