JKN Bantu Peserta Jalani Operasi Batu Empedu dan Kontrol Pascaperawatan

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Memiliki jaminan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Manfaat tersebut dirasakan Anik (46), peserta program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), saat menjalani pengobatan hingga proses pemulihan pascaoperasi batu empedu.

Ia mengaku mulai mengalami keluhan berupa nyeri di bagian perut yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaannya. Karena kondisi tersebut tidak kunjung membaik, ia memutuskan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saya sering mengalami rasa sakit nyeri di area perut sehingga mengganggu aktivitas, terutama ketika bekerja. Awalnya saya berusaha tetap beraktivitas seperti biasa, tetapi keluhan tersebut cukup mengganggu, akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke puskesmas,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Dalam proses pengobatan, Anik mengikuti alur pelayanan Program JKN dengan terlebih dahulu memeriksakan diri di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Setelah menjalani pemeriksaan, ia memperoleh rujukan ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan, Anik diketahui menderita batu empedu dan memerlukan tindakan operasi pengangkatan kantung empedu. Ia menilai proses rujukan hingga pelayanan rumah sakit berjalan dengan lancar sesuai prosedur.

“Untuk menjalani operasi ini, saya dirujuk ke rumah sakit dengan kategori lebih tinggi dengan fasilitas yang memadai. Semua proses yang saya lakukan ini terbilang mudah, mulai dari faskes pertama hingga dirujuk ke rumah sakit,” akunya.

Setelah menjalani operasi, Anik tetap menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter guna memastikan kondisi kesehatannya terus membaik. Ia juga memanfaatkan layanan antrean daring melalui aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah proses administrasi selama masa pemulihan.

“Setelah operasi, saya tetap rutin kontrol sesuai arahan dokter untuk memastikan kondisi saya semakin membaik. Saya ambil nomor antrean online melalui aplikasi Mobile JKN, menurut saya jadi lebih praktis dan tidak perlu selalu datang langsung hanya ambil nomor antrean,” paparnya.

Pengalaman itu membuatnya semakin memahami pentingnya menjaga status kepesertaan JKN agar tetap aktif. Anik menilai, keberadaan jaminan kesehatan memberikan rasa aman ketika membutuhkan pelayanan medis, terutama saat harus menjalani tindakan operasi dan perawatan lanjutan.

“Saya berharap JKN terus memberikan pelayanan yang semakin baik dan bisa membantu lebih banyak masyarakat. Dengan adanya JKN, saya bisa lebih fokus menjalani pengobatan dan pemulihan,” ungkapnya. (ris/mar)