MADIUN,BANGSAONLINE.com - Audiensi terkait pembangunan kantor Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan dihentikan setelah Kepala Desa (Kades) Mruwak berhalangan hadir, Kamis (22/10/2026).
Audiensi yang digelar di Kantor Kecamatan Dagangan tersebut merupakan tindak lanjut undangan kepada organisasi masyarakat (ormas) Squad Nusantara (SN).
Karena Kades tidak hadir, Iskandar Hariyadi selaku Ketua DPC SN Madiun Raya meminta audiensi dihentikan dan meminta berita acara kegiatan tersebut.
Saat ditemui pada Jumat (23/10/2026), Iskandar menjelaskan tujuan SN meminta audiensi.
Secara garis besar, pihaknya ingin mempertanyakan pembangunan kantor desa yang direncanakan menelan anggaran lebih dari Rp 2 miliar.
Menurutnya, sejak 2023 hingga saat ini, dana yang telah terserap mencapai Rp 300 juta, tetapi bangunan yang tersedia baru sebatas pondasi.
"Dana 300 juta hanya pondasi saja, terus itu akan dilanjutkan kapan dan kalau kadesnya diganti kelanjutannya bagaiman," terang Iskandar.
Sesuai jadwal yang ditentukan, Kades Mruwak berhalangan hadir karena ada acara mendadak. Kehadirannya kemudian diwakilkan kepada sekretaris desa (sekdes) untuk menjawab pertanyaan yang akan disampaikan dalam audiensi.
Namun, karena tidak sesuai dengan harapan SN, Iskandar langsung meminta audiensi yang dipimpin Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Dagangan tersebut dihentikan.
"Karena Kades tidak hadir, maka saya minta audiensi ini dihentikan saja. Dan saya minta berita acara dari audiensi ini dimana kadesnya tidak bisa menjawab," ujar Iskandar.
Sekcam Dagangan, Dedy Anggoro, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa audiensi tersebut dihentikan mendadak karena Kades Mruwak berhalangan hadir.
"Kita telah memfasilitasi adanya audiensi yang diminta oleh temen-temen dari Squad Nusantara. Karena Kades berhalangan hadir dan Squad meminta ini dibuatkan berita acara ya kita telah laksanakan sesuai permintaannya," sebut Dedy. (dro/van)










