KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1,5 hektare di Petak 6A Dusun Celaket, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Jumat (23/10/2026) pukul 12.00 WIB diduga akibat pembakaran seraseh yang belum padam.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, menyampaikan bahwa api telah berhasil dipadamkan tanpa ada korban jiwa.
Menurutnya, kejadian tersebut diduga bermula dari sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan dalam kondisi masih menyala dan belum sepenuhnya padam. Bara api tersebut kemudian memicu kebakaran yang merambat ke lahan sekitar hingga meluas dan sulit dikendalikan.
“Kebakaran diduga bermula dari sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan masih menyala dan belum padam, lalu merambat hingga meluas. Api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lain,” ujar Suwoko melalui Laporan Harian Pusdalops PB BPBD Kota Batu, Sabtu (24/10/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kota Batu, Perhutani, Polri, mitra Perhutani, relawan, serta warga segera melakukan pemadaman secara manual dan pembuatan sekat bakar. Setelah api dipadamkan, tim juga melakukan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang memicu kebakaran ulang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Suwoko mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dapat menyebabkan api menyebar cepat dan tidak terkendali.
“Utamakan cara yang aman dan tidak menggunakan api dalam pengelolaan lahan,” tegasnya.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Kota Batu saat ini berpotensi berkabut dengan suhu 17–23°C, kelembaban tinggi 72–99%, dan angin berkecepatan 8 km/h dari arah selatan — kondisi yang dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.
BPBD Kota Batu tetap siaga 24 jam melalui Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat, serta terus melakukan pemantauan rutin di kawasan rawan bencana dan mengimbau masyarakat segera lapor jika terjadi karhutla melalui call center 081217104099. (adi/msn)










