PROBOLINGGO,BANGSAONLINE.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-60 yang diikuti 24 wartawan.
UKW tersebut berlangsung selama dua hari di Paiton Operation House (POH) 2 milik Paiton Energy dan POMI, Jalan Raya Paiton, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Ketua PWI Probolinggo Raya Babul Arifandhi mengatakan, organisasinya kembali aktif sekitar tujuh tahun lalu.
Sejak kembali aktif, PWI Probolinggo Raya telah tiga kali menyelenggarakan UKW sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan.
"UKW ini menjadi identitas bagi seorang profesional. Sudah sepantasnya seorang wartawan memiliki SIM untuk menjalankan profesinya dalam menyebarkan informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Ia menjelaskan, dari sekitar anggota PWI Probolinggo Raya, seluruh anggota terus didorong untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Pada UKW kali ini, sejumlah peserta juga mengikuti peningkatan jenjang, dari wartawan muda ke madya maupun dari madya ke utama.
Tercatat, sebanyak 24 wartawan mengikuti UKW tersebut yang terbagi dalam empat kelas. Rinciannya, enam peserta mengikuti jenjang muda, 12 peserta jenjang madya, dan enam peserta jenjang utama.
Dari 24 wartawan yang mengikuti UKW, seluruhnya dinyatakan kompeten atau lulus oleh tim penguji yang terdiri dari PWI Pusat, PWI Jawa Timur, dan sejumlah profesional.
"Mudah-mudahan dengan modal utama kompeten, kita bisa bersama-sama membangun Kota dan Kabupaten Probolinggo," imbuh Babul.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti mengapresiasi PWI Probolinggo Raya yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers melalui UKW.
Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan sangat penting agar jurnalis memiliki kemampuan jurnalistik yang baik, menjaga independensi, serta memahami tanggung jawab sosial dalam setiap pemberitaan.
"Profesionalisme dan integritas merupakan bagian dari tugas serta tanggung jawab kita bersama. Wartawan diharapkan senantiasa berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial bagi masyarakat," ujarnya.
Lucia berharap, melalui UKW, para peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas diri sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Probolinggo Raya.
Di sisi lain, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menilai UKW tidak hanya meningkatkan kapasitas wartawan, tetapi juga memperkuat integritas dan pemahaman terhadap etika jurnalistik.
Ia menyebut pers sebagai mitra strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat, termasuk menyampaikan kebijakan, program, dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, kapasitas dan profesionalisme rekan-rekan wartawan semakin meningkat. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan menerapkan ilmu jurnalistik dalam pekerjaan sehari-hari," papar dr. Anang.
Ketua PWI Jawa Timur Lutfi Hakim menambahkan, pelaksanaan UKW oleh PWI Probolinggo Raya menunjukkan posisi strategis pers dalam mendukung pembangunan dan kehidupan demokrasi di daerah.
Namun, ia mengingatkan agar UKW tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk memperoleh sertifikat.
Hal yang lebih penting, menurut dia, adalah penerapan kompetensi tersebut dalam pelaksanaan tugas jurnalistik sehari-hari.
"Sertifikasi memang menjadi salah satu tolok ukur untuk mengetahui apakah seorang wartawan telah memenuhi standar kompetensi. Akan tetapi, yang lebih penting adalah implementasi dari kemampuan tersebut," tuturnya. (ndi/van)










