Atasi Sampah Menumpuk di Sungai Kalimati, Pemkab Banyuwangi Bentuk Satgas Pengawas dan Pasang CCTV

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kecamatan Muncar bersama jajaran pemerintah desa berinisiatif membentuk satuan tugas (satgas) pengawas Sungai Kalimati di Desa Kedungrejo, Banyuwangi. Langkah preventif ini diambil guna menghentikan siklus pencemaran sungai akibat aksi pembuangan sampah sembarangan yang kerap berulang.

Rencana pembentukan satgas tersebut diungkapkan oleh Camat Muncar, Ainur Rofiq, di sela-sela aksi pembersihan massal Sungai Kalimati, Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan gotong royong itu, sekitar 10 ton sampah berhasil diangkat dari badan sungai yang sebelumnya dipenuhi tumpukan limbah.

Menurut Rofiq, kegiatan bersih-bersih saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan sistem pengawasan yang ketat agar sampah tidak kembali menumpuk. Oleh karena itu, satgas khusus yang melibatkan warga sekitar akan segera dibentuk.

“Solusi ke depan setelah dibersihkan, kita bikin satgas penjaga sungai. Terdiri dari warga sekitar,” kata Rofiq.

Sebagai langkah penguatan, pemerintah kabupaten juga berencana memasang kamera pengawas (CCTV) serta paranet di titik-titik rawan sekitar aliran sungai guna memantau dan memberikan efek jera kepada oknum pembuang sampah.

Persoalan penumpukan sampah di Sungai Kalimati sendiri sudah menjadi masalah menahun. Salah seorang warga setempat, Isnaini (53), menyebutkan bahwa limbah yang mencemari sungai tidak hanya berasal dari aktivitas rumah tangga warga sekitar, melainkan juga kiriman dari dusun lain. Ia menyambut baik aksi pembersihan ini karena warga setempat merasa sangat terganggu dengan kondisi lingkungan yang kotor.

“Dengan aksi bersih-bersih ini, sebagai warga, saya berterima kasih karena segera dibersihkan. Sebenarnya warga di sini juga terganggu dengan lingkungan yang kotor seperti ini,” ungkap Isnaini.

Aksi pembersihan Sungai Kalimati ini melibatkan sinergi lintas elemen, mulai dari masyarakat, aparat desa dan kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU Pengairan, Dinas PU CKPP, hingga organisasi lingkungan Sungai Watch. Kegiatan ini turut didukung oleh perwakilan dari 10 pabrik sekitar serta enam kelompok nelayan lokal.

Rofiq merinci, penumpukan sampah terparah terkonsentrasi pada ruas sepanjang 700 hingga 800 meter menuju arah muara, dari total keseluruhan panjang sungai sekitar 2,5 kilometer. Proses pembersihan terpaksa dilakukan secara manual lantaran alat berat dari Pemkab Banyuwangi terkendala akses jalan yang tidak memadai untuk masuk ke lokasi.

Sementara itu, Koordinator Sungai Watch, Hari, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Total sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai 10 ton dan langsung dievakuasi ke TPS3R Karetan dengan dukungan armada amrol serta dump truck dari pemerintah kabupaten.

Proses pembersihan dijadwalkan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan hingga seluruh target sampah berhasil diangkut. Pembentukan satgas pengawas dan rencana pemasangan CCTV diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kelestarian Sungai Kalimati dari ancaman pencemaran limbah.