Mahfud MD Sebut Mundurnya Dua Putra Menhaj dari Tenaga Ahli Merupakan Langkah yang Penuh Etika

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode 2019-2024, Mahfud MD, menyebut mundurnya dua putra Menteri Haji dan Umrah sebagai tenaga ahli merupakan langkah yang bagus dan penuh etika.

“Ini langkah yang bagus, penuh etika,” kata Mahfud MD dalam akun X miliknya yang diunggah hari ini, Rabu (28/10/2026) pukul 11.47 WIB.

Menurut Mahfud, dulu saat Kementerian Haji dan Umrah awal didirikan masih membutuhkan banyak SDM, sehingga Menhaj juga mengerahkan tenaga dari dua putranya yakni Barbarossa Muhammad Faros dan Gibran Muhammad Fawwaz. Namun setelah kementerian telah berjalan normal, lantas dua putranya mengundurkan diri untuk mencegah kesan nepotisme.

“Meski dulu diangkat karena sangat dibutuhkan berhubung lembaga dan kantor baru. Tetapi saat keadaan lembaga dan kantor sudah normal, maka yang bersangkutan mundur untuk menghindari kesan neoptisme,” pungkas Mahfud yang juga mantan Ketua dan Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 tersebut. (msn)