Dari Konten Kreator ke Layar Lebar, Film

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Antusiasme pecinta sinema di Kabupaten Ngawi membuncah saat Bioskop NSC Ngawi menggelar special screening film komedi "Piye To Kih?" melalui agenda bertajuk Nobar Asik Ngawi, Selasa (27/10/2026) malam.

Sesi penayangan terbatas ini menjadi ajang konsolidasi penonton daerah menjelang rilis resminya, sekaligus membuktikan bahwa karya berbasis budaya lokal memiliki tempat tersendiri di hati publik.

Film Piye To Kih? mengemas humor yang berakar kuat pada dinamika keseharian masyarakat. Kehadiran film ini di Ngawi merupakan bagian dari penetrasi pasar untuk memperluas jangkauan pemirsa, sekaligus memantik apresiasi publik terhadap industri perfilman nasional yang mengangkat latar belakang budaya, bahasa, serta realitas sosial daerah.

Menjelang penayangan nasional, tim produksi Piye To Kih? menggelar rangkaian safari promo (roadshow) di 17 kota. Kota-kota yang disinggahi meliputi Semarang, Yogyakarta, Magelang, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, hingga Tulungagung.

Menampilkan jajaran komedian populer dari Woko Channel, seperti Mukidi, Gendut, dan Penyok, film besutan rumah produksi Miracle Pictures ini menyajikan genre romansa komedi supranatural. Gelak tawa mewarnai sepanjang pemutaran saat penonton disuguhi alur cerita perjuangan asmara lintas alam.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menilai film berbahasa Jawa tersebut tidak hanya menyuguhkan humor yang segar, tetapi juga memuat kedalaman pesan kehidupan.

"Di balik komedi khas Woko Channel dalam film Piye To Kih? ada banyak pesan moral mendalam yang disampaikan. Khususnya tentang pentingnya membenahi diri, keikhlasan, perjuangan hidup, hingga bagaimana kita harus tetap mempertahankan jati diri. Ini adalah karya kreatif daerah yang sangat layak didukung," ungkap wabup yang akrab disapa Mas Antok tersebut.

Guna memperkuat atmosfer cerita, musisi kawakan Lek Dahlan dipercaya menggarap empat lagu sebagai official soundtrack (OST). Lagu berjudul Piye To Kih? didapuk sebagai lagu tema utama (main theme), didampingi tiga karya lainnya yakni Sigaran Nyowo, Kelangan, dan Gemati.

Lek Dahlan membeberkan bahwa proses penggubahan keempat lagu tersebut memakan waktu sekitar tiga bulan. Ia mengaku sempat ragu dengan kapasitasnya lantaran telah vakum dari belantara industri musik selama hampir empat tahun.

"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menerjemahkan kisah cinta unik antara manusia dengan sosok yang berbeda alam ke dalam lirik lagu. Kammi berharap derettan musik ini mampu memperkuat dinamika emosi penonton," tutur Lek Dahlan.

Bagi penikmat komedi yang ingin menyaksikan aksi konyol Mukidi CS di layar lebar, film Piye To Kih? dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 19 November 2026 mendatang.