BANGSAONLINE.com - Tara Basro dikenal sebagai salah satu aktris Indonesia yang memiliki portofolio peran yang beragam. Namanya kerap dikaitkan dengan film horor Indonesia, tetapi perjalanan kariernya mencakup berbagai genre lain, mulai dari drama, film olahraga, hingga film superhero.
Ragam karakter yang diperankannya menunjukkan kemampuan akting yang berkembang di berbagai jenis cerita. Bagi penonton yang ingin mengenal lebih jauh karya-karya Tara Basro, terdapat sejumlah film yang dapat menjadi pilihan.
Setiap film menghadirkan tema, latar, dan karakter yang berbeda sehingga memberikan pengalaman menonton yang beragam. Salah satu film yang menampilkan kemampuan akting Tara Basro adalah A Copy of My Mind (2015).
Dalam film tersebut, ia memerankan Sari, seorang pekerja salon kecantikan yang memiliki ketertarikan pada dunia film. Kehidupannya berubah setelah bertemu dengan seorang pembuat takarir DVD dan terlibat dalam peristiwa yang membawanya pada persoalan yang lebih besar.
Film itu menghadirkan cerita personal yang berpadu dengan gambaran kehidupan masyarakat perkotaan. Bagi pencinta horor, Pengabdi Setan (2017) menjadi salah satu karya yang memperkuat popularitas Tara Basro.
Ia berperan sebagai Rini, anak sulung yang berusaha menjaga keluarganya ketika berbagai kejadian misterius mulai terjadi setelah kepergian sang ibu. Karakter yang sama kembali hadir dalam Pengabdi Setan 2: Communion (2022), yang melanjutkan kisah keluarga tersebut dalam menghadapi ancaman baru di lingkungan tempat tinggal mereka.
Genre horor juga hadir dalam Perempuan Tanah Jahanam (2019). Tara Basro memerankan Maya, seorang perempuan yang melakukan perjalanan ke kampung halaman keluarganya untuk mencari jawaban tentang masa lalunya.
Namun, perjalanan tersebut justru membawanya pada berbagai misteri yang berkaitan dengan sejarah keluarganya. Film ini memadukan unsur horor dan misteri dalam alur cerita yang berfokus pada pencarian identitas serta asal-usul tokoh utama.
Di luar genre horor, Tara Basro turut membintangi 3 Srikandi (2016), film yang terinspirasi dari perjuangan atlet panahan Indonesia menuju ajang Olimpiade Seoul 1988.
Dalam film ini, ia memerankan Kusuma Wardhani, salah satu atlet yang berjuang bersama timnya menghadapi berbagai tantangan. Film tersebut menawarkan kisah tentang disiplin, kerja keras, dan semangat meraih prestasi di dunia olahraga.
Tara Basro juga terlibat dalam Gundala (2019), film superhero Indonesia yang diadaptasi dari karakter komik legendaris karya Harya Suraminata. Ia berperan sebagai Wulan atau Merpati, karakter yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tokoh utama.
Film ini mengangkat tema keadilan sosial dan perjuangan seorang pahlawan dalam menghadapi berbagai konflik di sekitarnya. Kelima film tersebut menunjukkan keragaman genre yang pernah dijelajahi Tara Basro sepanjang kariernya.
Mulai dari drama sosial, horor, misteri, olahraga, hingga superhero, setiap film menghadirkan sisi berbeda dari kemampuan aktingnya. Bagi penonton yang tertarik mengeksplorasi filmografi Tara Basro, pilihan film dapat disesuaikan dengan genre yang disukai.
A Copy of My Mind menawarkan drama berlatar kehidupan perkotaan. Lalu, ada Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam menghadirkan kisah horor yang sarat misteri, sementara 3 Srikandi menyuguhkan cerita inspiratif tentang olahraga. Di sisi lain, Gundala menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai film aksi dan superhero Indonesia. (mg1/rom)










