Porsadinas ke-7 Bakal Digelar di Pondok Gede, Santri Diniyah se-Indonesia Siap Unjuk Prestasi

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP-FKDT) bakal menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Nasional (Porsadinas) ke-7 di Pondok Gede, Jakarta, pada Jumat (13/11/2026) hingga Minggu (15/11/2026) mendatang.

Ketua Panitia Porsadinas, Agus Salim Thoyib, mengatakan bahwa ajang nasional ini untuk menggali potensi, kreativitas, sekaligus prestasi santri diniyah dari berbagai penjuru Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi keluarga besar Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk memperkuat silaturahmi, membangun sportivitas, serta memberikan ruang aktualisasi bagi peserta didik dalam bidang olahraga, seni, dan kreativitas keagamaan.

“Bagi FKDT, Porsadinas bukan sekadar kegiatan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam mengembangkan potensi peserta didik Madrasah Diniyah Takmiliyah secara utuh,” kata Agus Salim Thoyib, Selasa (3/11/2026).

Selama ini, lanjut Agus, Madrasah Diniyah Takmiliyah telah mengambil peran penting dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak Indonesia. Di tengah tantangan perubahan zaman, lembaga pendidikan ini tetap konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap bangsa.

Melalui Porsadinas, FKDT ingin menyampaikan pesan bahwa santri diniyah tidak hanya memiliki kemampuan dalam memahami ilmu agama, tetapi juga mempunyai potensi besar dalam olahraga, seni, kreativitas, dan berbagai bidang prestasi lainnya.

Salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui Porsadinas ke-7 adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Agus Menegaskan, madrasah diniyah bukan pendidikan pelengkap yang keberadaannya dapat dipandang sebelah mata. Madrasah diniyah merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kekuatan spiritual, akhlak mulia, dan karakter kebangsaan.

Karena itu, keberadaan madrasah diniyah perlu mendapatkan perhatian, pengakuan, dan dukungan lebih luas dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.

DPP-FKDT mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan diniyah di Indonesia.

Porsadinas ke-7 diharapkan menjadi panggung nasional yang memperlihatkan bahwa dari ruang-ruang sederhana Madrasah Diniyah, tumbuh generasi masa depan Indonesia yang religius, kreatif, sportif, dan berprestasi. (msn)