MALANG, BANGSAONLINE.com - Terpilihnya Hananta Wiratama sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Malang menjadi momentum penguatan organisasi dalam mendorong perkembangan industri jasaboga dan UMKM pangan di daerah.
Ia terpilih dalam musyawarah pembentukan kepengurusan DPC APJI Kota Malang yang digelar pada Senin (2/11/2026). Di bawah kepemimpinannya, APJI Kota Malang akan diarahkan tidak hanya sebagai organisasi pengusaha katering, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi berbagai sektor pendukung industri pangan.
Saat ditemui, Selasa (3/11/2026), Hananta mengatakan tantangan industri jasaboga membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui pembangunan ekosistem yang menghubungkan berbagai pelaku usaha, mulai dari pengusaha katering, UMKM kuliner, pemasok bahan baku, distributor, chef, hingga praktisi keamanan pangan.
"Kami ingin APJI Kota Malang tidak hanya menjadi organisasi tempat berhimpun. Kami ingin membangun ekosistem yang benar-benar hidup, di mana setiap anggota bisa saling terhubung, berkolaborasi, membuka peluang bisnis, dan tumbuh bersama," paparnya.
Menurut dia, sektor jasaboga memiliki potensi ekonomi yang besar, namun membutuhkan penguatan sumber daya manusia, profesionalisme usaha, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, APJI Kota Malang menyiapkan sejumlah program strategis, salah satunya pembentukan 285 UMKM binaan melalui kerja sama dengan DPD APJI Jawa Timur. Program ini menargetkan pembinaan lima UMKM di masing-masing dari 57 kelurahan di Kota Malang.
"Kami ingin hadir sampai tingkat kelurahan. UMKM pangan harus mendapatkan ruang pembinaan, mulai dari peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, keamanan pangan, sampai bagaimana mereka bisa memperluas akses pasar," ucap Hananta.
Selain penguatan UMKM, APJI Kota Malang juga menyiapkan program Chef Muda yang ditujukan untuk mendukung regenerasi pelaku industri kuliner. Program tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) agar lebih siap memasuki dunia kerja.
"Kami tidak ingin industri jasa boga hanya bertumpu pada pelaku yang sudah ada. Harus ada regenerasi. Anak-anak muda perlu diberikan kesempatan, pendampingan, dan akses untuk berkembang menjadi tenaga profesional di bidang kuliner," kata Hananta.
Program lainnya adalah Kawan Gizi APJI yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa gizi, akademisi, ahli gizi, dan pelaku usaha jasaboga. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas makanan, pemenuhan gizi, serta penerapan standar keamanan pangan.
Dalam pengembangan organisasi, Hananta menargetkan terbentuknya jaringan 500 anggota yang terdiri dari pelaku usaha katering, UMKM pangan, supplier, distributor, chef, praktisi food safety, akademisi, hingga mitra industri lainnya.
"Target 500 anggota ini bukan sekadar mengejar angka. Yang ingin kami bangun adalah jaringan yang produktif. Ada kebutuhan usaha yang bisa dipertemukan, ada kolaborasi yang bisa dijalankan, dan ada peluang ekonomi yang bisa dirasakan bersama," ujarnya.
Dalam menjalankan organisasi, ia akan didampingi Hendi Suryo Leksono sebagai sekretaris dan Elsy Arifa Wulandini sebagai bendahara. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempercepat pengembangan program kerja APJI Kota Malang.
Hananta menegaskan, APJI Kota Malang terbuka bagi seluruh pelaku industri pangan dan sektor pendukung yang ingin terlibat dalam pengembangan ekosistem jasaboga.
"Kami membuka pintu bagi siapa pun yang memiliki keterkaitan dengan industri pangan. Mari membangun APJI sebagai rumah bersama. Bukan hanya tempat bertukar informasi, tetapi juga tempat menciptakan kerja sama dan menghasilkan manfaat ekonomi," pungkasnya.
Pelantikan pengurus DPC APJI Kota Malang dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2026. Kepengurusan baru tersebut menjadi bagian dari konsolidasi APJI secara nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki dengan dukungan DPD APJI Jawa Timur.
Mengusung semangat "From Association to Ecosystem", APJI Kota Malang menargetkan terbentuknya ekosistem industri jasaboga yang lebih kolaboratif, profesional, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh anggotanya. (dad/mar)










