TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bentuk kepedulian terhadap lingkungan terus ditunjukkan oleh PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) melalui Fungsi Tim Early Work (EW) GRR Tuban. Bekerja sama dengan BMKG, perusahaan menggelar edukasi lingkungan hidup bagi para siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manbail Huda Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Dalam program edukasi tersebut, para siswa dibekali materi seputar pengelolaan sampah, penghijauan, pengelolaan limbah, serta dampaknya terhadap lingkungan.
Materi yang disampaikan mengulas faktor-faktor utama peningkatan gas rumah kaca penyebab perubahan iklim, seperti penggunaan bahan bakar minyak, aktivitas industri, hingga deforestasi.
Pjs. Senior Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo, menegaskan komitmen seluruh elemen Proyek GRR Tuban untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian ekologi dengan merangkul generasi muda sejak dini.
"Pendidikan merupakan investasi terbaik yang diperlukan untuk menjaga lingkungan dan hal tersebut perlu ditanamkan sejak usia dini," kata Febrian, Jumat (6/11/2026).
Ia menerangkan, kegiatan berjuluk Program Persada ini ditujukan untuk memicu aksi nyata generasi muda di sekitar area proyek dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesadaran ekologis.
"Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menyediakan pendidikan kepedulian lingkungan sejak dini untuk menanamkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian lingkungan kepada generasi muda," timpalnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Hanim Mughfirah. Menurutnya, materi yang diberikan sangat selaras dengan kurikulum madrasah yang mengusung nilai-nilai panca cinta, khususnya cinta lingkungan dan cinta ilmu.
"Kegiatan hari ini sangat selaras dengan kurikulum pendidikan madrasah, yaitu untuk mewujudkan nilai-nilai panca cinta yang salah satunya adalah cinta lingkungan. Selain itu kegiatan ini juga erat dengan aspek cinta ilmu (yaitu) dengan adanya kegiatan ini maka wawasan kita semua akan bertambah," beber Hanim.
Selain di MI Manbail Huda, Program Persada juga dilaksanakan di SDN Sumurgeneng 01 pada hari sebelumnya. Kepala SDN Sumurgeneng 01, Umar Faroch, turut memuji metode pembelajaran yang mengajak siswa langsung mempraktikkan teori di lapangan.
Secara keseluruhan, sebanyak 142 siswa terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut. Para peserta diajak mempraktikkan pembuatan pupuk kompos berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna mengolah sampah organik menjadi produk berdaya guna.
Guna menunjang keberlanjutan aksi lingkungan, PT PPN menyalurkan bantuan berupa perlengkapan pembuat kompos serta 42 bibit tanaman buah dan tanaman peneduh untuk ditanam di lingkungan kedua sekolah.
Program Persada 2026 ini menandai tahun ketiga pelaksanaannya. Pada dua tahun sebelumnya, program ini telah menjangkau 1.114 siswa di 12 sekolah.
Inisiatif tersebut berjalan selaras dengan strategi keberlanjutan PT PPN dan komitmen Proyek EW GRR Tuban serta PRPP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Poin 15 (Ekosistem Daratan). (wan/rev)










