TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Pemkab Trenggalek berencana segera melakukan normalisasi tumpukan sedimen di sejumlah titik Sungai Ngasinan. Langkah antisipatif ini diambil guna meminimalisasi risiko banjir seiring tingginya intensitas hujan yang mulai mengguyur wilayah tersebut.
Selain fokus pada pengerukan sedimen sungai, Pemkab Trenggalek juga menyasar pembersihan saluran drainase dan titik genangan di badan jalan. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) bahkan diterjunkan untuk mengidentifikasi, mencatat, hingga membantu pembersihan drainase secara gotong royong.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko, yang mendampingi Bupati Mochamad Nur Arifin saat peninjauan lapangan membenarkan rencana pengerjaan tersebut.
"Jadi saat ini kita meninjau Sungai Ngasinan yang memang saat ini memasuki musim penghujan. Rencananya dalam waktu dekat ada kegiatan normalisasi wilayah sungai yang kita tinjau," kata Anjang di sela-sela peninjauan, Senin (2/11/2026).
Anjang menjelaskan, pengerukan akan memprioritaskan area yang mengalami pendangkalan signifikan akibat penumpukan material.
"Akan ada alat berat. Dan harapannya ini nanti bisa meminimalisir terjadinya banjir. Sedangkan untuk normalisasi ini, nanti mungkin hanya spot-spot tertentu. Karena tahun kemarin sebenarnya sudah dilakukan normalisasi, namun ada penurunan juga. Terdapat sedimentasi di beberapa spot tertentu dan akan kita lakukan normalisasi sesuai dengan anggaran yang ada," imbuhnya.
Ia menambahkan, pihak DPUPR Trenggalek saat ini tengah mengurus perizinan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pemegang kewenangan pengelolaan sungai. Selain pembersihan sedimen, vegetasi penguat tebing juga akan ditanam di sepanjang bantaran.
"Nanti juga ada penanaman rumput Vertiver. Ini guna memperkuat tebing ketik sudah di normalisasi," tutup Anjang.










