KOTA BLITAR,BANGSAONLINE.com - Ganjar Pranowo mengajak masyarakat mengenang perjuangan Presiden pertama RI Soekarno melalui olahraga saat mengikuti Soekarno Run di Kota Blitar, Minggu (8/11/2026).
Ganjar bergabung bersama 4.200 peserta dalam kegiatan tersebut. Tidak sekadar berlari, ia juga mengingatkan kembali sejarah Games of the New Emerging Forces (GANEFO), pesta olahraga internasional yang digagas Presiden Soekarno pada 1963.
Dalam kesempatan itu, Ganjar mengenakan kaus khusus yang mengangkat sejarah GANEFO. Menurutnya, ajang olahraga tersebut menjadi bukti bagaimana Bung Karno memanfaatkan olahraga sebagai sarana perjuangan sekaligus menunjukkan eksistensi Indonesia di panggung internasional.
"Saya membuat kaus sendiri yang mengingatkan kita semua bahwa Bung Karno dalam konteks olahraga punya perjuangan sangat hebat. Ketika kita di dunia internasional ada problem di Olimpiade, Bung Karno membuat GANEFO. Itu bulannya November, sehingga kita diperhitungkan oleh dunia melalui olahraga," ungkapnya.
Usai mengikuti Soekarno Run, Ganjar melanjutkan kunjungannya dengan menyambangi sejumlah wilayah di Kota Blitar. Salah satunya adalah Bank Sampah Karya Berseri di Perumahan GKR, Kecamatan Sananwetan.
Di lokasi tersebut, Ganjar melihat langsung aktivitas warga dalam mengelola sampah rumah tangga. Ia juga berdialog dengan para pengurus bank sampah mengenai proses pemilahan hingga pemanfaatan sampah organik dan anorganik.
Ganjar mengapresiasi inisiatif warga yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengelola sampah sejak dari rumah masing-masing.
"Ternyata ibu-ibu sudah melakukan lebih lama. Dan ternyata tidak hanya menata keindahan, tetapi sudah mengelolanya mulai dari rumah. Sampahnya dibuat menjadi kompos untuk buah-buahan dan sayuran," ujarnya.
Menurut Ganjar, praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti yang dilakukan warga tersebut perlu diperluas ke lingkungan permukiman lainnya.
Sebab, perubahan pola pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga.
"Kalau ini terjadi di seluruh kampung kan bagus. Praktik baik yang dilakukan warga perlu kita cari agar warga bisa menjadi teladan. Ini gampang, tetapi butuh kemauan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Karya Berseri RW 17 Perumahan GKR, Marfuah, menjelaskan bahwa kegiatan pengelolaan sampah tersebut telah berjalan sejak 2023 dan masih konsisten dilaksanakan hingga sekarang.
Menurutnya, pembentukan bank sampah berawal dari persoalan penumpukan sampah rumah tangga yang membuat petugas pengangkut kewalahan.
"Awalnya sampah ini berlebih dan yang mengambil sampah sudah kewalahan. Akhirnya kami membuat bank sampah," tutur Marfuah.
Dalam pengelolaannya, sampah anorganik dipilah dan dikumpulkan untuk kemudian dijual setiap satu bulan sekali. Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman dan sayuran. (ina/van)










