Pemerintah Siapkan Stimulus Transportasi untuk Libur Nataru 2026-2027

BANGSAONLINE.com - Pemerintah menanggung 100 persen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Kebijakan ini menjadi bagian dari stimulus transportasi yang disiapkan untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat pada masa libur akhir tahun.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan fasilitas itu berlaku untuk penerbangan yang berlangsung pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut untuk pembelian tiket yang telah dibuka sejak 20 Oktober 2026.

Selain sektor penerbangan, pemerintah juga memberikan diskon sebesar 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial di wilayah Jawa dan Sumatera Utara.

Program tersebut berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027 dengan target menjangkau lebih dari satu juta penumpang. Insentif serupa juga diberikan kepada pengguna transportasi laut.

Pemerintah memberikan diskon 30 persen untuk tarif dasar kelas ekonomi pada layanan kapal penumpang selama periode 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Sementara itu, pengguna jasa penyeberangan juga memperoleh keringanan biaya melalui pembebasan tarif jasa pelabuhan pada sejumlah kategori penumpang dan kendaraan.

"Untuk penyeberangan ASDP, gratis tarif jasa pelabuhan untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan 2 dan golongan 4A, di 14 pelabuhan. Periodenya 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027," kata Dradjad, Minggu (8/11/2026).

Menurut dia, paket stimulus ini mencakup 4 moda transportasi, yakni udara, kereta api, laut, dan penyeberangan. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp883 miliar.

Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan anggaran stimulus transportasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp387 miliar.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menyatakan program stimulus transportasi yang telah dijalankan sebelumnya terbukti dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan perjalanan mudik maupun wisata.

"Tahun 2024 sekitar 94 juta masyarakat yang merasakan kegiatan pulang kampung halaman dan ke tempat wisata. Sedangkan tahun 2025 itu naik menjadi 110 juta," tuturnya.

Pemerintah memperkirakan mobilitas masyarakat selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 akan mencapai sekitar 120 juta perjalanan. Selain memberikan insentif tarif transportasi, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan program mudik gratis guna mendukung kelancaran pergerakan masyarakat selama masa liburan.

Melalui berbagai stimulus tersebut, pemerintah berharap biaya perjalanan menjadi lebih terjangkau sehingga dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi selama periode libur akhir tahun. (rom)