Di Mesir, Kiai Asep Kunjungi Al-Azhar dan Mursyid Tarekat Sadziliyah, Lalu Deklarasi JKSN | BANGSAONLINE.com - Berita Terkini - Cepat, Lugas dan Akurat

Di Mesir, Kiai Asep Kunjungi Al-Azhar dan Mursyid Tarekat Sadziliyah, Lalu Deklarasi JKSN

Editor: EM Mas'ud Adnan
Wartawan: --
Kamis, 01 November 2018 09:07 WIB

Dari Kiri ke kanan: Qadhafi (General Manajer Indomie cabang Mesir), Joko Pitono (jurnalis), Dr Mauhiburrohman (Rektor IKHAC), Syaikh Dr Yusri Sayeed Jabir Al Hasan, KH Asep Saifuddin Chalim, Dr Fadly Usman, Syaikh Abdullah (mudir tasawuf dari Riyadh). Tampak juga Faiq dan Iqbal (keduanya mahasiswa magister di Al Azhar). foto: istimewa/bangsaonline.com

KAIRO, BANGSAONLINE.com - Agenda kunjungan Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Mesir sangat padat. Selain mengunjungi Universitas Al-Azhar, perguruan tinggi terbesar di Mesir (31/10/2018), pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu juga bersilaturahim ke Dr Yusri Sayeed Jabir Al Hasan di kediamannya, di kawasan Mukattam, Kairo Mesir (30/10/2018). Dr Yusri adalah dokter ahli bedah sekaligus mursyid tarekat Siddiqiyah Sadziliyah.

Respon Dr Yusri sangat positif terhadap Kiai Asep. Tokoh tarekat itu bahkan memberikan amalan-amalan dzikir tarekat yang dipimpinnya.

Dalam pertemuan itu, Kiai Asep sempat menyampaikan undangan terhadap Dr Yusri. Kiai Asep minta agar Dr Yusri mengunjungi Pesantren Amanatul Ummah sekaligus memberikan kuliah umum di Institut KH Abdul Chalim. Ternyata Dr Yusri antusias untuk memenuhi undangan Kiai Asep pada sekitar akhir tahun atau awal tahun 2019.

Sedangkan dalam lawatannya ke kampus Universitas Al-Azhar, Kiai Asep beserta rombongan bertemu dengan Wakil Rektor Universitas Al-Azhar, Prof Ashraf Atiya El-Badi.

Dalam acara di Universitas Al-Azhar itu Kiai Asep didampingi Rektor Institut KH Abdul Chalim, Dr Mauhibur Rahman, dan Wakil Rektor bidang akademik Dr Fadly Usman.

Dalam pertemuan tersebut, Universitas Al-Azhar dan Institut KH Abdul Chalim sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian. Di antaranya adalah program pertukaran pelajar, program pertukaran dosen dan pengajar, serta kerja sama penelitian dan publikasi ilmiah ke jurnal-jurnal internasional.

Prof Ashraf mengaku kagum terhadap mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Mesir. Terutama karena mahasiswa Indonesia tawadhu dan patuh. “Rata-rata mereka cerdas dan sangat mudah beradaptasi dengan budaya dan kebiasaan masyarakat Mesir,” katanya.

Pada 31 Oktober itu juga Kiai Asep menggelar pertemuan dengan sekitar 200 mahasiswa dan tenaga kerja Indonesia di Mesir. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat mendeklarasikan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) untuk pemenangan pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin di Mesir.

Deklarasi JKSN cabang Mesir itu juga diikuti Barisan Ibu Bangsa cabang Mesir dan Relawan Joko Widod-Ma'ruf Amin, cabang Mesir.

Kiai Asep Saifuddin menyampaikan beberapa alasan kenapa harus mendukung pemenangan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Di antaranya, Kiai Asep telah mengenal Joko Widodo sebagai presiden dengan cukup intens. Kiai Asep pernah menyaksikan bagaimana salat Joko Widodo di mathof (tempat tawaf). Menurut dia, salat Jokowi sangat baik, seperti terlihat dari gerakan-gerakan salat yang dilakukan oleh Jokow , mulai takbir sampai dengan sujud. "Jika seseorang baik salatnya, maka akan baik pula amalan-amalan lainnya," kata Kiai Asep.

Kiai Asep berpesan, kita jangan berspekulasi dalam memilih calon presiden. “Pilihlah calon presiden yang sudah memberi bukti kebaikan, bukan bukti ucapan dan orasi saja,” pintanya.

Ia kemudian menyebut bagaimana Joko Widodo dalam kesepakatan pengelolaan Freeport Indonesia. Menurut dia, hanya pada era Jokowi pengelolaan freeport bangsa Indonesia mendapat 51%. Hal itu menunjukkan bagaima kecintaan seorang Joko Widodo untuk bangsanya.

Alasan lain kenapa harus memilih pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf adalah karena Joko Widodo memilih wakilnya dari kalangan ulama yang kita hormati, yang merupakan representasi seorang santri, ulama yang sudah teruji keilmuannya, serta mewakili suara nahdiyin secara umum.

Alasan terakhir karena Joko Widodo tidak menafikan perjuangan kaum santri dalam memperjuangkan kemerdekaan yaitu dengan menetapkan tanggal 22 Oktober 2018 sebagai hari santri nasional.

Dalam deklarasi JKSN cabang Mesir, Kiai Asep membentuk kepengurusan JKSN. Faiq Abdullah ditunjuk sebagai Ketua, dan M Iqbal sebagai wakilnya.

Rangkaian acara deklarasi dukungan serta pemenangan pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin diakhiri dengan menyanyikan lagu Subbahul Wathon dan Jokowi wae, lalu ditutup dengan do'a yang dipimpin langsung oleh Kiai Asep Saifuddin Chalim. (fadly)

Sumber: Fadly

 

sumber : Fadly

Berita Terkait

Bangsaonline Video