Tokoh Agama Jambi juga Desak Judi Online dan Pinjol Ditutup

Tokoh Agama Jambi juga Desak Judi Online dan Pinjol Ditutup Dr Haji Umar Yusuf. Foto: ist

Karena itu pemerintah harus responsif dan bertindak cepat. Ia menegaskan bahwa judi online dan telah banyak menyengsarakan rakyat Indonesia.

Putra KH Abdul Chalim, salah seorang pendiri NU, itu menilai bahwa judi online hanya memberikan harapan palsu.

“Kan gak ada orang yang berjudi online itu kaya. Yang kaya ya bandarnya,” kata Kiai Asep yang juga Ketua Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Menurut dia, semua pemain judi – permainan judi apapun – tak pernah membuat orang kaya. Hanya bandarnya saja yang kaya. Karena mereka pintar menyedot uang rakyat.

Sebaliknya, kata Kiai Asep, justru banyak mudlarat dan kerusakan. Judi online, tegas dia, sama sekali tak memberikan manfaat atau maslahat. Justru menimbulkan kemelararan dan korban kekerasan. Salah satu contohnya kasus polilsi wanita (Polwan) yang membakar hidup-hidup suaminya yang juga polisi di Mojokerto Jawa Timur.

Pinjol juga begitu. “Di Mojokerto seorang warga bunuh diri gara-gara punya hutang ,” kata Kiai Asep.

Karena itu, sekali lagi, Kiai Asep minta pemerintah segera menutup judi online dan .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO