Ringkasan Berita
- Jawa Timur memperkuat posisinya sebagai barometer pendidikan nasional melalui program Jatim Cerdas, dengan fokus pada pemerataan akses, penyisiran anak putus sekolah, dan penguatan sarana prasarana.
- Pembangunan karakter dan lingkungan belajar menjadi prioritas, termasuk gerakan budaya integritas, pembatasan gadget di sekolah, dan gerakan sekolah ramah lingkungan.
- Berbagai inovasi pendidikan dikembangkan seperti program ketahanan pangan (SIKAP), inovasi guru (EJIES), kendaraan listrik di SMK, kewirausahaan (Double Track), dan kemandirian ekonomi guru (PROTEG).
- Jawa Timur mencatat prestasi nasional, termasuk penerimaan PTN terbanyak via SNBP selama 7 tahun berturut-turut dan juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tiga tahun berturut-turut (hattrick).
- Visi ke depan adalah memperluas akses pendidikan, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membentuk generasi unggul yang berdaya saing global.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menegaskan komitmen memperkuat posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional melalui pembangunan pendidikan inklusif, berkualitas, dan berdampak nyata. Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Surabaya, Sabtu (2/5/2026).
Tema nasional Hardiknas tahun ini 'Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua' dipadukan dengan tema Jawa Timur 'Jatim Cerdas-Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing'.
āMelalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur,ā kata Khofifah.
Ia menekankan tidak boleh ada anak Jawa Timur yang tertinggal pendidikan. Pemprov Jatim aktif menyisir anak-anak putus sekolah, memperkuat sarana prasarana, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Pembangunan karakter juga menjadi fokus melalui gerakan budaya integritas di sekolah-sekolah. Selain itu, kebijakan pembatasan penggunaan gadget di sekolah diterapkan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat interaksi sosial, dan membangun budaya literasi.
Gerakan sekolah ramah lingkungan juga digalakkan untuk mengurangi sampah plastik. Berbagai inovasi pendidikan terus dikembangkan, seperti program Sikap (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan), EJIES untuk inovasi guru, pengembangan kendaraan listrik di SMK, Double Track SMA untuk kewirausahaan, serta PROTEG bagi kemandirian ekonomi guru honorer.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan pendidikan berdampak tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan masa depan.
āPendidikan berdampak berarti memastikan siswa fokus belajar, berkarakter kuat, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan,ā tuturnya.
Jawa Timur juga mencatat prestasi nasional, di antaranya 29.046 siswa diterima Perguruan Tinggi Negeri lewat SNBP 2026, menjadikan Jatim provinsi dengan jumlah terbanyak selama 7 tahun berturut-turut. Selain itu, Jatim hattrick juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional tiga tahun berturut-turut.
āJawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Karena itu, visi āJatim Cerdasā harus dimaknai lebih luas, bahwa kecerdasan harus berdampak nyata,ā ucap Khofifah.
Ke depan, Pemprov Jatim akan memperluas akses pendidikan, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membentuk karakter generasi unggul berdaya saing global. (dev/mar)










