MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS

Ringkasan Berita
  • MA Islamiyah Senori Tuban mewisuda 167 siswa dari program Prodistik, kerja sama dengan ITS yang telah berjalan 11 tahun dengan fokus pada perkantoran dan desain grafis.
  • Program ini memberikan pembelajaran terstruktur langsung dari ITS dan sertifikat kompetensi yang diakui, meningkatkan peluang lulusan masuk PTN jalur prestasi (37 siswa tahun ini) maupun dunia kerja.
  • Sekolah ini berkomitmen pada pendidikan berkualitas dan terjangkau dengan akreditasi A, mengedepankan kombinasi kemampuan IT dan nilai keagamaan (pintar ngaji, jago IT, berprestasi).
  • Ke depan, yayasan menargetkan perluasan kerja sama hingga ke perguruan tinggi luar negeri sambil tetap memprioritaskan pembentukan karakter dan akhlak siswa.

TUBAN,BANGSAONLINE.com - Madrasah Aliyah (MA) Islamiyah Senori Tuban, mewisuda 167 siswa yang telah menyelesaikan Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik) hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Program Prodistik ini telah diikuti para siswa selama tiga tahun dengan materi pembelajaran, pelatihan, serta praktik langsung dari tenaga ahli ITS. Meski berada di wilayah pinggiran, MA Islamiyah Senori tetap konsisten mengembangkan kualitas pendidikan berbasis teknologi. 

Kerja sama dengan ITS bahkan telah berjalan sekitar 11 tahun, dengan hasil lulusan yang memiliki pemahaman di bidang IT.

“Kami sudah bekerja sama dengan ITS sekitar 11 tahun, dan kerja sama ini anak-anak difokuskan dalam bidang perkantoran dan desain grafis. Jadi ada dua program yang diterima MA Islamiyah Senori dari ITS,” kata Kepala MA Islamiyah Senori, Musta’in, Minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan, lulusan MA Islamiyah tidak hanya dibekali kemampuan teknologi, tetapi juga tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan dalam proses pendidikan.

“Harapan kami, anak-anak meskipun sekolah di madrasah tetap memiliki kemampuan teknologi. Istilahnya pintar ngaji, jago IT, dan juga berprestasi,” ujarnya.

(Musta'in,Kepala MA Islamiyah Senori)

Menurut Musta’in, untuk dapat mengikuti program Prodistik, madrasah harus melalui proses seleksi yang ketat.

Persyaratan tersebut meliputi akreditasi A, pengajuan proposal kerja sama, hingga verifikasi sarana dan prasarana teknologi oleh pihak ITS.

“Setelah dinyatakan layak, para siswa-siswi langsung mendapatkan pembinaan langsung dari ITS,” jlentrehnya.

Selama mengikuti program, siswa memperoleh pembelajaran terstruktur dengan bimbingan tutor yang terhubung langsung dengan ITS, dengan pertemuan rutin setiap pekan. 

Meski keterbatasan laboratorium menjadi tantangan, proses pembelajaran tetap berjalan efektif dengan sistem bergiliran.

“Karena sudah punya bekal keahlian, jadi banyak siswa kami yang masuk PTN melalui jalur prestasi atau undangan dari kampus negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sunnatunnur, dr. H. Zainurofiq, menyampaikan bahwa MA Islamiyah Senori berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau. 

Ia menyebut, madrasah ini menjadi salah satu sekolah swasta di Tuban dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Tahun ini, sebanyak 37 siswa diterima di berbagai PTN, di antaranya Universitas Sebelas Maret, UPN Veteran Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, hingga Universitas Trunojoyo Madura.

“Alhamdulillah lulusan Prodistik juga mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui. Sehingga, memiliki bekal kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun terjun ke dunia kerja,” tuturnya.

Ke depan, pihak yayasan menargetkan perluasan kerja sama hingga ke perguruan tinggi luar negeri guna meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi dan pesantren. 

Selain kemampuan akademik, pembentukan karakter dan akhlak tetap menjadi prioritas utama.

“Pastinya lulusan kami juga harus mampu menjaga ukhuwah Islamiyah dan nama baik almamater,” pungkas Rofik. (wan/van)