Pesan Petugas PPIH Bagi Calon Jemaah Haji yang Bawa Petis, Agar Koper Tak Dibongkar

Ringkasan Berita
  • Petugas PPIH Arab Saudi mengingatkan calon jemaah haji untuk berhati-hati dalam membawa makanan khas daerah, karena kemasan yang mencurigakan dapat menyebabkan pemeriksaan dan pembongkaran koper.
  • Seorang jemaah asal Surabaya sempat diperiksa karena membawa 5 kilogram petis dan ikan asin yang dikemas dengan plastik vakum, dibungkus plastik hitam, dan dilakban kuning.
  • Pihak Arab Saudi tidak melarang membawa makanan khas daerah, tetapi menyarankan agar mengemasnya dalam plastik transparan agar tidak memicu kecurigaan saat proses x-ray di imigrasi.

MADINAH, BANGSAONLINE.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari Tugas dan Fungsi Perlindungan Jemaah (Tusi Linjam), Jumardi, mengingatkan para calon jemaah haji agar lebih berhati-hati ketika membawa makanan khas daerah.

Peringatan ini disampaikan lantaran ia telah lima kali harus membongkar koper jemaah yang telah dikemas rapi.

“Tadi pagi saya bongkar koper milik jemaah asal Surabaya karena ada barang yang mencurigakan. Setelah dibuka, ternyata isinya petis 5 kilo dan ikan asin,” kata Jumardi, Selasa (28/4/2026).

“Dia bawa petis 5 kilo ditaruh di plastik yang divakum, kemudian dibungkus lagi plastik hitam, terus dilakban kuning,” imbuhnya.

Jumardi menerangkan, pihak Arab Saudi tidak melarang jemaah membawa makanan khas daerah. Namun, jemaah harus pandai-pandai mengemas, karena pihak imigrasi Arab Saudi akan mencurigai jika terdeteksi x-ray.

Agar koper tidak dibongkar, kata Jumardi, para calon jemaah yang belum berangkat bisa mengemas petis atau makanan khas daerah lainnya dengan plastik yang transparan.

“Kemasannya transparan saja, jangan sampai mencurigakan,” tutupnya. (msn)