Ringkasan Berita
- Sebanyak 3.220 calon petugas haji bidang kesehatan mengikuti ujian CAT serentak di 34 BKN seluruh Indonesia sebagai bagian seleksi empat tahap. Tahap selanjutnya adalah pengumuman hasil (1 September), MCU (3-8 September), dan diklat intensif 30 hari.
- Seleksi ketat bertujuan menghasilkan petugas profesional dan amanah yang siap menjadi ujung tombak pelayanan jemaah. Proses rekrutmen dijalankan secara transparan, akuntabel, dan profesional sesuai arahan pimpinan.
- Setiap kloter haji idealnya didampingi empat petugas, terdiri dari dua tenaga kesehatan (dokter dan perawat) serta dua non-kesehatan (ketua kloter dan pembimbing ibadah. Formasi ini diatur dalam regulasi terbaru untuk memastikan pelayanan optimal.
- Ujian CAT adalah tahap kedua setelah verifikasi administrasi, diikuti evaluasi MCU dan diklat sebagai tahap akhir. Rangkaian ini dirancang untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan tata kelola calon petugas sebelum berangkat ke Tanah Suci.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 3.220 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bagian Tenaga Keseharan (Nakes) mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di 34 titik lokasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) seluruh Indonesia pada Senin (31/8/2026).
Tahapan tersebut merupakan bagian dari skema empat tahap seleksi ketat untuk menjaring petugas haji yang profesional dan amanah.
Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa seleksi ini menjadi komitmen pemerintah untuk menjadikan petugas haji sebagai ujung tombak pelayanan jemaah di Tanah Suci.
"Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani," ujar Ihsan saat meninjau pelaksanaan CAT di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta.
Ihsan mengungkapkan bahwa rekrutmen petugas haji mengadopsi empat tahapan seleksi utama. Tahapan tersebut diawali dengan verifikasi administrasi dan dokumen, dilanjutkan dengan ujian CAT berbasis komputer.
Peserta yang berhasil lolos ujian CAT akan melaju ke tahap ketiga, yakni evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check-Up/MCU).
"Sesuai timeline, hasil ujian CAT diumumkan besok, 1 September. Setelah itu peserta melanjutkannya ke proses MCU pada 3 hingga 8 September. Hasil MCU tersebut nantinya diverifikasi dan divalidasi kembali untuk menetapkan calon peserta yang berhak mengikuti diklat," jelas Ihsan.
Tahap akhir rekrutmen adalah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH yang akan digelar intensif selama 30 hari penuh. Pelatihan satu bulan ini dirancang untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan tata kelola pelayanan para calon petugas sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ihsan menambahkan bahwa proses penyaringan yang panjang dan ketat ini bertujuan untuk memenuhi formasi ideal di setiap kelompok terbang (kloter). Sesuai regulasi terbaru, setiap satu kloter akan didampingi oleh 4 (empat) orang petugas atau PPIH yang bertindak sebagai ujung tombak pelayanan jemaah.
"Untuk petugas kesehatan di kloter ada 2 orang, biasanya terdiri dari 1 dokter dan 1 perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah. Jadi total ada 4 orang petugas dalam satu kloter," jelasnya.
Rangkaian seleksi ini diharapkan mampu melahirkan tenaga lapangan yang tangguh dan responsif. "Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Dari proses seleksi awal yang ketat ini, insyaAllah kita bisa menghasilkan petugas yang betul-betul profesional, amanah, dan sesuai kriteria," pungkasnya. (msn)










