Gandeng BKN, Seleksi Petugas Haji Kini Terapkan Segel Ruangan

Ringkasan Berita
  • Kemenhaj menggandeng BKN untuk menyelenggarakan ujian CAT serentak menggantikan sistem mandiri dengan gawai pribadi, guna mengatasi kendala teknis akibat variasi perangkat peserta.
  • Transparansi ditingkatkan dengan proses pembukaan segel ruangan ujian yang disegel bersama oleh tim Kemenhaj dan Itjen sebelum ujian dimulai.
  • Seleksi diikuti 3.220 tenaga kesehatan di 34 titik BKN, dengan tahap CAT ini merupakan tahap kedua dari empat rangkaian seleksi PPIH yang ketat.
  • Peserta yang lolos seleksi administrasi dan CAT akan melanjutkan ke evaluasi kesehatan (MCU) dan Diklat PPIH selama satu bulan sebelum bertugas.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam penyelenggaraan Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas pelaksanaan seleksi tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan sistem mandiri berbasis gawai (gadget) pribadi peserta.

Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa penggunaan gawai pribadi pada seleksi sebelumnya kerap memicu kendala teknis akibat beragamnya jenis dan spesifikasi perangkat yang digunakan peserta.

"Tahun lalu dan sebelumnya kita melaksanakan CAT mandiri dengan sistem kita, para peserta menggunakan gawainya masing-masing yang tentu sangat bervariatif dari sisi jenis dan kualitasnya, sehingga berpotensi menimbulkan kendala teknis. Tahun ini kita coba memperbaikinya dengan menggandeng BKN yang sudah kredibel dan sangat kompeten di bidang CAT," beber Ihsan saat meninjau pelaksanaan ujian di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Selain perbaikan infrastruktur ujian, aspek transparansi juga menjadi fokus utama dalam rekrutmen kali ini. Sebelum ujian dimulai, panitia melakukan prosesi pembukaan segel ruangan ujian yang sebelumnya disegel bersama oleh tim Kemenhaj dan Inspektorat Jenderal (Itjen).

"Sebelum masuk ruangan, kita saksikan bersama pembukaan segel. Ini artinya kita menjamin akuntabilitas pelaksanaan CAT ini. Seluruh prosesnya diupayakan transparan, terbuka, dan akuntabel agar petugas yang dihasilkan adalah petugas yang terbaik," tegas Ihsan.

Pelaksanaan ujian berbasis komputer ini diikuti oleh 3.220 peserta dari unsur Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tersebar di 34 titik lokasi Kantor Regional (Kanreg) dan UPT BKN di tingkat provinsi. Khusus di Kantor Pusat BKN Cililitan, sebanyak 204 peserta diundang untuk mengikuti seleksi CAT, namun dikarenakan berbagai alasan, hanya 194 orang yang dapat melaksanakan ujian.

Ujian CAT ini merupakan tahap kedua dari empat rangkaian seleksi ketat PPIH. Setelah melewati seleksi administrasi dan CAT, peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap evaluasi kesehatan (Medical Check-Up/MCU) serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH selama satu bulan penuh sebelum resmi bertugas melayani jemaah haji. (msn)