Pengendara Motor di Surabaya Meninggal Dunia Usai Adu Banteng dengan Mobil Grand Max

Ringkasan Berita
  • Seorang pengendara motor berinisial A (46) meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Ngagel, Wonokromo, Surabaya.
  • Kecelakaan melibatkan motor Satria FU yang dikendarai korban dengan mobil Grand Max yang dikemudikan J dari Sidoarjo.
  • Korban yang dibonceng (EK) mengalami luka di kaki kanan dan dievakuasi ke RS William Booth, sementara korban meninggal dibawa ke RSUD Dr. Soetomo.
  • Sopir mobil menyatakan korban menyalip dan mengambil jalurnya dengan kecepatan tinggi, sehingga tabrakan tidak terhindarkan karena kondisi jalan.
  • Polisi telah mengamankan barang bukti di TKP dan olah TKP telah dilakukan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengendara motor meninggal dunia usai alami kecelakaan di Jalan Ngagel, Wonokromo, Surabaya. Diketahui, korban berinisial A (46) ini, merupakan warga Dinoyo Gang Buntu, Keputran, Tegalsari.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Supriono mengatakan, peristiwa itu bermula motor Satria FU yang dikendarai oleh korban yang membonceng EK melaju dari arah selatan ke utara.

Saat berada di lokasi kejadian, motor korban terlibat kecelakaan dengan mobil Grand Max yang dikemudikan oleh J, warga Gedangan, Sidoarjo.

"Korban meninggal dunia satu orang. Inisial A warga Jalan Dinoyo," ucapnya.

Supriono menjelaskan, korban yang dibonceng mengalami luka pada kaki bagian kanan. Korban dievakuasi di Rumah Sakit William Booth Surabaya. Sementara korban meninggal, dievakuasi di RSUD Dr. Soetomo.

Sementara itu, sopir Grand Max, J mengatakan, saat kejadian motor korban melaju dari arah selatan dan dirinya melaju dari arah sebaliknya.

"Nah saya, kelihatan dia nyalip, ambil jalan saya. Saya berhenti total, sudah saya klakson, ternyata menambah kecepatan. Jadi kecelakaan itu," jelasnya.

Motor yang dikemudikan oleh korban, lanjutnya, melaju dengan kencang. Hal tersebut membuat J tidak dapat menghindar karena sebelah kiri ada jembatan.

Setelah dilakukan olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. (*)