Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang

Ringkasan Berita
  • Gubernur Jatim Khofifah mengapresiasi inovasi Paskibra terintegrasi pertama di Indonesia yang melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA, dengan komandan barisan dari siswa SD.
  • Khofifah menyoroti peningkatan kualitas gizi yang terlihat dari tinggi badan siswa SD yang setara dengan siswa SMP dan SMA, menyebutnya sebagai investasi besar untuk generasi masa depan.
  • Khofifah terkesan dengan kemampuan lima siswa SRMP Mojokerto yang menyampaikan pidato dalam lima bahasa: Jerman, Jepang, Arab, Inggris, dan Indonesia.
  • Kepala Dinas Pendidikan Jatim menegaskan Hardiknas sebagai momentum meningkatkan kualitas pendidikan, mencatat tren positif seperti peningkatan penerimaan di PTN dan IPM sektor pendidikan.
  • Pemerataan kualitas pendidikan di 38 kabupaten/kota menjadi fokus, dengan sinergi pemerintah pusat, swasta, dan program link and match dengan industri sebagai kunci solusi.

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang menghadirkan inovasi Paskibra lintas jenjang dan pidato lima bahasa.

Upacara yang digelar pada Senin (4/5/2026) tersebut mencatatkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya pasukan pengibar bendera tingkat provinsi melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA secara terintegrasi.

“Ini luar biasa. Baru pertama kali di Indonesia, Paskibra tingkat provinsi melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA secara terintegrasi. Bahkan komandan barisannya dari siswa SD. Ini menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri anak-anak kita sangat luar biasa,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kondisi fisik para siswa juga menunjukkan perkembangan positif, terutama dari aspek tinggi badan yang dinilai mencerminkan peningkatan kualitas gizi.

“Kalau kita lihat, siswa SD kita sudah setinggi siswa SMP dan SMA. Ini menunjukkan bahwa asupan gizi anak-anak kita sudah semakin baik. Ini adalah investasi besar bagi masa depan generasi kita,” tegasnya.

Selain itu, Khofifah juga mengaku terkesan dengan penampilan lima siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto yang mampu menyampaikan pidato dalam lima bahasa.

"Dari anak-anak di sekolah rakyat ini mampu menyampaikan pidato dalam lima bahasa, Jerman, Jepang, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan tentunya Bahasa Indonesia, ini luar biasa," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa peringatan Hardiknas harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ia menyebut capaian pendidikan di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif, termasuk meningkatnya jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri serta kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor pendidikan.

Aries juga menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di 38 kabupaten/kota, meskipun diakui masih terdapat keterbatasan anggaran.

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah pusat dan pihak swasta, termasuk melalui program link and match dengan dunia industri, menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berdampak luas bagi seluruh siswa. (dev/van)