Ringkasan Berita
- Forkopimda Kediri bersama Kapolres melakukan kunjungan langsung ke permukiman di Kecamatan Puncu untuk memberikan bantuan dan merancang solusi jangka panjang bagi warga rentan.
- Kunjungan menjangkau berbagai kelompok rentan termasuk lansia penderita katarak, keluarga dengan anak putus sekolah, dan anak berkebutuhan khusus yang tinggal di rumah tidak layak huni.
- Bantuan yang diberikan bersifat terpadu, mencakup pengobatan untuk lansia, beasiswa untuk anak putus sekolah, modal usaha untuk keluarga, serta rencana perbaikan rumah.
- Kapolres menekankan pentingnya bantuan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor agar upaya penanganan tidak berhenti pada bantuan sementara.
- Inisiatif jemput bola ini bertujuan memberikan harapan dan mendukung pemulihan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup warga di tengah keterbatasan.
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Forkopimda Kabupaten Kediri turun langsung ke permukiman di Kecamatan Puncu untuk memastikan bantuan dan solusi berkelanjutan bagi warga rentan, Selasa (5/5/2026).
Rombongan menyusuri sejumlah titik di wilayah tersebut, menyambangi warga yang membutuhkan, mulai dari lansia penderita katarak, keluarga dengan anak putus sekolah, hingga anak berkebutuhan khusus.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji turut mendampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam kegiatan tersebut, dengan fokus tidak hanya pada penyaluran bantuan, tetapi juga upaya penanganan jangka panjang.
Di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, rombongan mengunjungi pasangan lansia yang mengalami gangguan penglihatan hingga tidak lagi mampu bekerja. Bantuan pengobatan menjadi prioritas dalam kunjungan itu.
Kunjungan kemudian berlanjut ke keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Seorang anak yang sempat putus sekolah direncanakan kembali mengenyam pendidikan melalui program beasiswa, sementara keluarganya mendapat dukungan modal usaha.
Perhatian juga diberikan kepada anak berkebutuhan khusus yang tinggal bersama kakeknya di rumah tidak layak huni. Pemerintah merencanakan bantuan perbaikan tempat tinggal bagi keluarga tersebut.
“Penanganan persoalan sosial seperti anak putus sekolah dan warga sakit membutuhkan perhatian bersama. Bantuan yang diberikan harus tepat sasaran dan berkelanjutan, termasuk memastikan akses pendidikan dan pengobatan bisa terpenuhi,” kata AKBP Bramastyo Priaji.
AKBP Bramastyo juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan tidak berhenti pada bantuan sementara.
“Koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci agar upaya yang dilakukan tidak terputus, terutama dalam mendukung pemulihan ekonomi keluarga dan perbaikan kualitas hidup warga,” imbuh AKBP Bramastyo.
Langkah jemput bola dari rumah ke rumah tersebut diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi warga, bahwa di tengah keterbatasan tetap ada upaya bersama untuk memperbaiki kualitas hidup. (uji/van)










