Dukung Muswil Jatim, PII Gresik Tekankan Peran Insinyur

Ringkasan Berita
  • PII Cabang Gresik mendukung penuh pelaksanaan Muswil PII Jawa Timur yang akan memilih Ketua Wilayah periode 2026-2029, diselenggarakan pada 9-10 Mei 2026 di Malang.
  • Ketua PII Gresik menekankan Muswil sebagai momentum untuk memperkuat peran insinyur dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo, khususnya hilirisasi SDA dan industrialisasi.
  • Gresik dinilai sebagai kawasan industri strategis dan episentrum hilirisasi nasional, sehingga insinyur harus menjadi aktor utama dalam menciptakan nilai tambah dari SDA.
  • Calon Ketua PII Jatim diharapkan memiliki visi hilirisasi kuat, kemampuan advokasi untuk posisi insinyur di proyek infrastruktur, serta mampu merangkul generasi muda.
  • Tiga nama yang disebutkan ikut dalam bursa pemilihan adalah Gentur Prihantono Sandjoyo Putro (petahana), Bambang Sujanarko, dan Muhammad Sigit Darmawan.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik, Awang Djohan Bachtiar, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) PII Jawa Timur yang digelar 9-10 Mei 2026 di Kota Malang. Agenda tersebut akan memilih Ketua PII Jatim untuk periode 2026-2029.

Awang menegaskan, Muswil harus menjadi momentum penguatan peran insinyur dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo, khususnya hilirisasi sumber daya alam dan industrialisasi. 

“Ini adalah hajatan besar bagi para insinyur di Jawa Timur. Siapa pun yang terpilih menjadi ketua wilayah nanti, kami berharap dapat merangkul seluruh potensi insinyur yang ada di Gresik,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, Gresik merupakan kawasan industri strategis sekaligus episentrum kebijakan hilirisasi nasional dengan keberadaan KEK JIIPE, pabrik smelter, dan kawasan industri pendukung lainnya. 

Ia menilai, insinyur harus tampil sebagai aktor utama dalam mengolah SDA menjadi produk bernilai tambah.

“Presiden tidak ingin sumber daya alam kita diekspor mentah-mentah. Harus ada nilai tambah. Itu pekerjaan insinyur,” jelasnya.

Awang menyampaikan 3 kriteria bagi calon Ketua PII Jatim, yakni memiliki visi hilirisasi yang kuat, kemampuan advokasi untuk memperjuangkan posisi insinyur dalam proyek infrastruktur, serta mampu merangkul generasi milenial dan Gen Z. 

“Kami titip pesan untuk Ketua Wilayah PII Jatim yang baru nanti. Gresik harus menjadi mitra utama. Jangan biarkan insinyur kita hanya menjadi penonton di balik pagar pabrik,” tegasnya.

Sebelumnya, 3 nama disebut meramaikan bursa pemilihan Ketua PII Jatim periode 2026-2029, yakni Gentur Prihantono Sandjoyo Putro (petahana), Bambang Sujanarko, dan Muhammad Sigit Darmawan. (hud/mar)