
Ringkasan Berita
- Cuaca panas di Surabaya dan Jawa Timur disebabkan oleh minimnya tutupan awan di langit, sehingga sinar matahari menyinari permukaan bumi dengan lebih intensif selama masa pancaroba menuju musim kemarau.
- Suhu udara maksimum tercatat berkisar antara 33 hingga 34 derajat Celsius berdasarkan pengamatan dari 12 stasiun cuaca BMKG, dengan wilayah Tanjung Perak, Surabaya, dikenal sebagai titik terpanas.
- Kondisi panas ini telah berlangsung sekitar tiga hari terakhir dan diprediksi masih berlanjut hingga satu pekan ke depan, sesuai dengan pola fase pancaroba yang biasanya bertahan seminggu.
- Paparan sinar ultraviolet (UV) tertinggi dan paling berbahaya bagi kulit umumnya terjadi pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, di saat matahari berada di titik puncak.
- Meski panas masih berlanjut, BMKG memperkirakan dalam satu minggu ke depan masih ada potensi pertumbuhan awan signifikan yang dapat menyebabkan turun hujan, sebagai ciri khas masa pancaroba.
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - BMKG Juanda menyebut cuaca panas yang terjadi di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur dipengaruhi minimnya tutupan awan selama masa peralihan menuju musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, mengatakan langit di Surabaya dalam beberapa hari terakhir cenderung cerah sejak pagi sehingga sinar matahari dapat menyinari permukaan bumi secara maksimal. Kondisi tersebut membuat suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.
"Tutupan awan di wilayah Surabaya dan Jawa Timur cukup sedikit, bahkan cenderung clear sehingga sinar matahari dapat menyinari permukaan bumi dengan cukup intensif," kata Rendy, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca panas mulai terasa sekitar tiga hari terakhir dan diperkirakan masih berlangsung hingga satu pekan ke depan karena Jawa Timur masih berada pada fase pancaroba atau masa peralihan musim.
"Biasanya kalau fase pancaroba ini bertahan selama satu minggu. Tapi satu minggu kemudian masih akan ada potensi pertumbuhan awan cukup signifikan sehingga turun hujan. Itu ciri-ciri masa peralihan atau pancaroba," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan BMKG dari 12 stasiun cuaca di Jawa Timur, suhu maksimum saat ini berkisar antara 33 hingga 34 derajat celsius. Pengamatan tersebut dilakukan di wilayah Tanjung Perak, Surabaya, yang dikenal memiliki suhu panas maksimum.
Sementara itu, intensitas paparan sinar ultraviolet (UV) tertinggi umumnya terjadi pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.
"Paparan UV tertinggi biasanya antara jam 11.00 WIB hingga jam 13.00 WIB siang. Itu yang paling panas dan dampaknya ke kulit akan lebih berbahaya," katanya.









